Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Mempawah menggelar Tax Goes To Campus (TGTC) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah, Kabupaten Mempawah (Kamis, 10/9/2026).
Kegiatan yang diikuti 70 mahasiswa baru tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pajak sekaligus membangun pemahaman generasi muda mengenai hubungan antara kontribusi pajak, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Kepala KP2KP Mempawah, Natalia Destri Mariani, hadir sebagai narasumber dan memberikan edukasi mengenai inklusi kesadaran pajak. Natalia mengajak mahasiswa memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban yang harus dibayarkan ketika seseorang telah memiliki penghasilan, tetapi merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.
Natalia menyebut, dalam APBN 2026, pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp2.693,7 triliun atau sekitar 85,4 persen dari total pendapatan negara. Besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa penerimaan perpajakan memiliki peran penting dalam menopang APBN dan membiayai berbagai program pemerintah.
“Ketika kita berbicara tentang pajak, kita sebenarnya sedang berbicara tentang bagaimana negara membiayai kebutuhan masyarakat. Pajak yang dikumpulkan menjadi bagian penting dalam APBN dan kemudian dialokasikan kembali melalui berbagai program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Natalia memberikan contoh manfaat APBN yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun yang antara lain mendukung Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, beasiswa, bantuan operasional pendidikan, revitalisasi sekolah, serta berbagai program peningkatan kualitas pendidikan.
Selain pendidikan, APBN juga mendukung sektor kesehatan melalui alokasi sebesar Rp244 triliun, termasuk untuk penguatan Jaminan Kesehatan Nasional, Cek Kesehatan Gratis, dan revitalisasi rumah sakit. Pemerintah juga mengalokasikan Rp335 triliun untuk Makan Bergizi Gratis serta Rp508,2 triliun untuk perlindungan sosial.
“Mahasiswa mungkin tidak selalu melihat secara langsung pajak yang mereka bayarkan, tetapi manfaat dari APBN dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan, layanan kesehatan, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program pemerintah dibiayai melalui APBN. Di sinilah kita dapat melihat bahwa pajak memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat,” jelas Natalia.
Menurut Natalia, pemahaman tersebut penting ditanamkan sejak bangku kuliah. Generasi muda tidak hanya akan menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi pada saatnya akan memasuki dunia kerja, menjalankan usaha, dan melakukan berbagai aktivitas ekonomi yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban perpajakan.
“Kesadaran pajak tidak harus menunggu seseorang menjadi Wajib Pajak. Kesadaran itu dapat dibangun sejak mahasiswa dengan memahami untuk apa pajak dipungut dan bagaimana kontribusi tersebut digunakan untuk kepentingan bersama. Ketika pemahaman sudah terbentuk, diharapkan kepatuhan pajak juga tumbuh secara sukarela,” tambah Natalia.
Kegiatan Tax Goes To Campus juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal pajak dari perspektif yang lebih luas. Pajak tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam menyediakan sumber daya bagi negara untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan.
Melalui kegiatan tersebut, KP2KP Mempawah berharap mahasiswa baru STAI Mempawah dapat membawa pemahaman mengenai pentingnya pajak ke lingkungan kampus, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan mengenalkan hubungan antara pajak, APBN, dan manfaat pembangunan sejak bangku kuliah, KP2KP Mempawah berharap tumbuh generasi muda yang memahami peran pajak dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
| Pewarta: Jevano Aldricksen Supriyanto |
| Kontributor Foto: Jevano Aldricksen Supriyanto |
| Editor: Mohamad Ari |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.


