“Kita patut bangga. Dengan pengetahuan pajak yang kalian miliki sejak dini, kelak kalian akan mampu menolong saudara-saudara kita yang kurang mampu melalui fasilitas negara,” ucap Wakil Kepala SMA Negeri 3 Kota Bogor, Okta Maulana, saat memberikan sambutan pada kegiatan Pajak Bertutur 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat III di Kota Bogor (Rabu, 27/8).

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju” ini diikuti ratusan siswa SMA Negeri 3 Kota Bogor sebagai upaya menumbuhkan literasi pajak sejak dini.

“Pajak Bertutur ini semata-mata untuk memberikan kesadaran sejak dini sebelum memasuki dunia nyata, yaitu dunia kerja. Setelah kalian memperoleh penghasilan, sudah ada kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi,” ujar Kepala Kanwil DJP Jawa Barat III, Romadhaniah.

Lebih lanjut, Romadhaniah menekankan betapa vitalnya peran pajak sebagai tulang punggung pembangunan Indonesia. “Pada APBN Tahun 2025, Indonesia memiliki anggaran pendapatan negara sebesar Rp3.005,12 triliun dan anggaran belanja negara sebesar Rp3.621,31 triliun. Dari total pendapatan tersebut, penerimaan pajak menyumbang Rp2.490,9 triliun (Rp2.189,3 triliun dari pajak dan Rp301,6 triliun dari bea cukai),” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Okta Maulana menyampaikan, “Jalan raya, gedung sekolah, beasiswa, hingga makanan bergizi gratis semuanya dibiayai dari pajak. Maka, pajak itu menghidupi kebutuhan bangsa dan menyejahterakan masyarakat”.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Budi Hernowo, menambahkan bahwa DJP bertugas mengumpulkan penerimaan negara, sedangkan kewenangan pemanfaatannya berada pada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sesuai prioritas pembangunan nasional maupun daerah.

Selain penyampaian materi, Pajak Bertutur juga diwarnai dengan berbagai simulasi dan permainan edukasi pajak. Melalui simulasi penerimaan negara, siswa diajak memahami siklus anggaran dan pemanfaatan pajak dengan media sederhana. Bola plastik yang dikumpulkan ke dalam kardus menggambarkan berbagai sumber penerimaan negara, dengan pajak sebagai kontribusi terbesar. Bola-bola tersebut kemudian disatukan dalam kardus berlabel APBN dan diolah menjadi bangunan miniatur yang melambangkan alokasi anggaran untuk pembangunan.

Para siswa juga mendaur ulang galon bekas menjadi pot tanaman secara gotong royong sebagai simbol pentingnya mengurangi sampah plastik dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pesan yang ingin disampaikan ialah bahwa berkurangnya sampah plastik tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membantu negara menghemat anggaran penanggulangan bencana dan perbaikan fasilitas umum sehingga pajak dapat difokuskan pada program prioritas.

Selanjutnya, siswa menuliskan dan menggantungkan cita-cita mereka pada sebuah bibit pohon yang melambangkan semangat bahwa impian yang dijaga dan dirawat akan tumbuh memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Sama halnya dengan pajak, ketika dikelola secara baik dan berkesinambungan, pajak akan tumbuh menjadi sumber pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu mewujudkan cita-cita bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi, Kanwil DJP Jawa Barat III menganugerahkan Penghargaan Edutax Award kepada SMA Negeri 3 Kota Bogor atas dukungannya dalam penyelenggaraan edukasi kesadaran pajak di tingkat sekolah menengah. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berperan aktif dalam menumbuhkan generasi muda yang sadar pajak.

Melalui Pajak Bertutur 2025, Kanwil DJP Jawa Barat III berharap generasi muda memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan kontribusi nyata bagi Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Saya juga berharap kalian kelak menjadi pribadi hebat, bahkan pemimpin bangsa, yang mampu meraih pendidikan terbaik dan mewujudkan cita-cita besar bersama cita-cita bangsa,” pungkas Romadhaniah.

Pewarta: Faridha Dwiyanti F
Kontributor Foto: Faridha Dwiyanti F
Editor: Erin Johana S N

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.