Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kramat Jati menggelar Tax Goes to School (TGTS) Tahun 2026 di SMAN 14 Jakarta, Jakarta Timur (Selasa, 29/9/2026). Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan ini menjadi sarana edukasi perpajakan sekaligus mengajak pelajar memahami peran pajak dalam pembangunan dan mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMAN 14 Jakarta, Nataniel Roy, serta penyerahan plakat.
Kepala KPP Pratama Jakarta Kramat Jati, Nurul Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengenalkan perpajakan kepada generasi muda sejak dini.
“Generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia. Melalui tax goes to school, kami ingin mengenalkan bahwa pajak bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi menjadi salah satu energi yang mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Reza Widhi Saputra dan Halimatussa'diah, penyuluh pajak sebagai narasumber, secara interaktif mengajak siswa melihat keterkaitan pajak dengan aktivitas sehari-hari. Keduanya mengenalkan siswa akan APBN sebagai sumber energi pembangunan, termasuk bagaimana pendapatan negara digunakan kembali untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.
Pajak dalam materi dianalogikan seperti baterai pada telepon seluler. Ketika daya berkurang, berbagai fungsi ikut terganggu. Demikian pula dengan negara, penerimaan pajak menjadi salah satu sumber energi yang menopang pembangunan dan penyediaan layanan publik.
Para siswa diajak melihat diri mereka sebagai calon Generasi Emas 2045. Saat Indonesia genap berusia 100 tahun, generasi pelajar saat ini akan berada pada usia produktif dan memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda didorong untuk mempersiapkan diri melalui pendidikan, produktivitas, prestasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas publik.
Salah satu peserta, yaitu Mahatma, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai pajak.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi mendapatkan pengetahuan baru mengenai pajak yang merupakan sumber APBN. Harapan saya, TGTS ini dapat menjangkau ke sekolah-sekolah yang ada di pelosok daerah, agar semua pelajar dapat memahami bahwa pajak ternyata dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Selain mengenalkan peran pajak, penyuluh pajak mengajak siswa memahami pentingnya kontribusi dan tanggung jawab bersama melalui pembahasan free rider. Konsep tersebut dikaitkan dengan kehidupan siswa agar nilai tanggung jawab dan kontribusi dapat dipahami secara lebih sederhana.
Di akhir kegiatan, baik Reza maupun Halima, mengajak siswa untuk mulai berkontribusi dari lingkungan terdekat melalui giat belajar, mematuhi tata tertib, menjaga fasilitas publik, dan berlomba-lomba meraih prestasi. Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu memaksimalkan “energi” pembangunan untuk menghasilkan karya dan prestasi bagi Indonesia.
Melalui kegiatan Tax Goes to School 2026, KPP Pratama Jakarta Kramat Jati berharap edukasi perpajakan dapat tumbuh seiring dengan kesadaran generasi muda akan perannya dalam pembangunan.
| Pewarta: Sety Purwandari |
| Kontributor Foto: Sety Purwandari |
| Editor: Mohamad Ari |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 4 kali dilihat
