“Perkuat Solidaritas, Tingkatkan Integritas” menjadi tagline dalam gelaran Optimalisasi Peran Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (Paksiapi), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), dan Agen Perubahan dalam Meningkatkan Integritas Pegawai DJP. Kegiatan tersebut digelar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Auditorium Cakti Budhi Bakti Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan (Rabu, 28/1).
DJP kembali memberikan penguatan integritas dan semangat antikorupsi antarpegawai. DJP mengundang sejumlah 66 Paksiapi di lingkungan DJP, 99 UPG di unit kerja Jakarta, dan Agen Perubahan Kantor Pusat DJP.
Untuk mengisi acara ini, DJP langsung mengundang perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan edukasi dan sharing knowledge. Adapun perwakilan KPK tersebut adalah Yonathan Demme Tangdilintin, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi; Sugiarto, Kepala Satuan Tugas Tata Kelola, Pemberdayaan Paksiapi dan Alumni; serta Swasti Putri M, Kepala Satuan Tugas Akademi Integritas.
“Hari ini saya ingin mengapresiasi kerja sama dan sinergi antara DJP bersama KPK yang sudah berjalan selama ini. Dan hari ini, (KPK-DJP –red) kembali berkolaborasi dengan memberikan edukasi serta sharing knowledge tentang antikorupsi. Kami melakukan gerak cepat untuk menginisiasi kegiatan ini,” ucap Belis Siswanto, Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur, saat memberikan sambutan.
Belis menuturkan acara edukatif ini salah satu upaya mitigasi risiko dan pencegahan pelanggaran integritas dan fraud. Sebuah organisasi yang memiliki tujuan pasti memiliki risiko, begitupun dengan DJP. “Memiliki risiko berarti harus siap untuk memitigasinya. Kita harus memperhatikan beberapa unsur, seperti people, proses bisnis, organisasi, regulasi, dan sistem. Risiko ini ada kaitannya dengan reputasi dan trust masyarakat memandang DJP, berkaitan langsung dengan kepatuhan wajib pajak dan penerimaan pajak yang optimal. Pastinya berhubungan langsung dengan peningkatan tax ratio,” ucapnya.
Acara berlanjut dengan materi mengambil tajuk Integritas Sebagai Nafas Transformasi DJP oleh Yonathan, yang pernah ditunjuk Menteri Dalam Negeri sebagai Pejabat Bupati Mimika pada 2025.
Pria yang sempat menjadi pegawai Kementerian Keuangan hingga tahun 2013 ini berujar mengapa integritas menjadi nafas bagi DJP. “DJP menjadi salah satu instansi pemerintah yang selalu dalam sorotan publik. Apapun yang dilakukan pegawai pajak bisa menjadi sorotan bagi masyarakat di era digital ini. Pastinya ini menjadi tantangan bagi petugas pajak bagaimana membangun kesukarelaan dari masyarakat Indonesia untuk membayar pajak,” ucapnya.
Yonathan dalam acara ini merangkul seluruh insan DJP yang hadir untuk mendorong seluruh rekan kerja masing-masing membawa pengaruh yang baik untuk institusinya. Transformasi yang terjadi di tubuh organisasi DJP bukan sekadar perubahan sistem, melainkan perubahan nilai untuk menjadi semakin baik. Transformasi tanpa integritas akan memunculkan risiko, salah satunya praktik korupsi. “Integritas menjadi fondasi dalam membangun sistem dan budaya kerja. Integritas bukan barang baru, tetapi kita harus menanamkannya dalam diri kita dan memperkuatnya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, seluruh peserta menyimak sharing knowledge oleh jajaran KPK yang turut hadir membersamai Yonathan terkait Penguatan Peran Paksiapi dan Agen Penguatan Integritas.
Sugiarto mengapresiasi kiprah Forum Paksiapi Dana Rakca Kementerian Keuangan karena meraih sejumlah penghargaan dari KPK. Tahun lalu, forum paksiapi terbesar ini diganjar sebagai forum paksiapi teraktif.
Kegiatan ini merupakan pertama kalinya seluruh Paksiapi yang ada di lingkungan DJP dikumpulkan. Ke depannya akan dilakukan penguatan dan peningkatan kompetensi kepada seluruh Paksiapi yang menjadi ujung tombak utama penguatan integritas di unit kerja DJP seluruh Indonesia.
Dihubungi secara terpisah, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Rosmauli mengapresiasi sinergi antara KPK dan DJP. “Kolaborasi antara KPK dan DJP sangat penting untuk meraih kepercayaan publik dalam mengemban amanah mulia mengumpulkan penerimaan negara. Kami tegaskan bahwa integritas adalah DNA para pegawai DJP,” tuturnya.
| Pewarta: Mohamad Ari Purnomo Aji |
| Kontributor Foto: Hanny Hardy, Richa Dewi Fortuna, Meilano Dwi Ardiyanto |
| Editor: Yacob Yahya |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 122 kali dilihat