Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong menggelar kegiatan Tax Goes To School (TGTS) di Ruang Belajar Mayalibit, Warsambin, Kabupaten Raja Ampat (Jumat, 12/6/2026). Mengusung tema "Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju", kegiatan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman pentingnya literasi pajak sejak dini bagi para generasi muda.
Hadir sekaligus membuka acara secara langsung Kepala KPP Pratama Sorong, Teddy Ferdian. Ia menyampaikan bahwa edukasi perpajakan perlu dikenalkan lebih awal agar di masa mendatang mereka dapat memahami pentingnya pajak bagi roda perekonomian suatu negara. "Para peserta didik ini nantinya akan menjadi tulang punggung negara di masa depan. Oleh karenanya, pemahaman dan kesadaran pajak harus dipupuk sejak dini," jelasnya.
Lebih lanjut, Teddy menambahkan bahwa TGTS merupakan kegiatan rutin tahunan yang pelaksanaannya melibatkan peserta didik, baik tingkat SD, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi.
Pada tahun ini, KPP Pratama Sorong menggandeng peserta didik di Ruang Belajar Mayalibit sebagai bagian dari inklusi perpajakan yang tidak terbatas hanya pusat kota saja, melainkan seluruh lapisan pendidikan di wilayah administrasi Papua Barat Daya.
Ruang Belajar Mayalibit merupakan sebuah wadah pendidikan yang memberikan akses non-formal bagi anak-anak kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit. Inisiator Ruang Belajar Mayalibit, Richard Mnsen mengatakan bahwa ruang tersebut lahir dari kepedulian terhadap minimnya akses literasi dan pendidikan yang sangat terbatas di wilayah tersebut. Salah satu fokus pelajaran yang diberikan adalah membaca, menulis, dan berhitung (Calistung).
Peserta didik yang hadir juga variatif, mulai dari SD hingga SMP. Oleh karenanya, penyelenggaraan TGTS di ruang belajar ini merupakan salah bentuk dukungan terhadap pentingnya pendidikan bagi generasi penerus di masa mendatang.
Pelaksanaan TGTS sendiri tidak hanya berkutat pada penyampaian materi berdasarkan buku dan teori, namun juga dalam bentuk bermain dan belajar bersama. Peserta didik diajak untuk proaktif mengikuti mini games yang sarat makna.
Penyuluh pajak, Wahyudi Darmawan Hardiansyah, menyampaikan bahwa saat ini edukasi pajak tidak hanya diberikan kepada wajib pajak saja, melainkan juga calon wajib pajak. Dengan demikian, setiap tahun kegiatan seperti ini terus diagendakan ke sejumlah sekolah berbeda.
"Kami ingin menyiapkan generasi muda yang mempunyai pemahaman pajak lebih awal. Dengan begitu, ketika nanti menjadi wajib pajak sudah memahami pentingnya pajak terhadap pembangunan, kehidupan berbangsa, dan pembiayaan negara," imbuhnya.
| Pewarta: Wahyudi Darmawan Hardiansyah |
| Kontributor Foto: Ika Prasetya Triwahyudi Budianto, Ary Kusuma Asnawi |
| Editor:Gayatri Indah Puspitorini |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 3 kali dilihat

