Indonesia Jadi Tuan Rumah The 7th BRITACOF, Bahas Pengembangan Administrasi Perpajakan Digital
Oleh: Gitarani Prastuti, pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menjadi tuan rumah The 7th Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) pada 13 – 15 Oktober 2026 di Jakarta. Forum tahunan yang mengusung tema “Smart Taxation, Shared Prosperity” ini akan berfokus pada pengembangan produk administrasi dan layanan perpajakan di negara dan yurisdiksi anggota Belt and Road Initiative (BRI).
Agenda utama BRITACOF 2026 adalah peluncuran dan pengembangan versi 2.0 dari Tax Administration Product Portfolio (TAPP) dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP). Kedua portofolio ini merupakan inisiatif Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM) untuk menghimpun dan membagikan produk serta praktik yang dapat menjadi referensi bagi otoritas pajak dalam mengembangkan administrasi dan layanan perpajakan.
TAPP mencakup berbagai praktik dalam pengelolaan administrasi perpajakan, sedangkan TSPP berfokus pada pelayanan kepada wajib pajak. Cakupannya antara lain pengelolaan identitas perpajakan, peningkatan kualitas pelaporan, pengembangan filosofi pelayanan, dan perlindungan hak wajib pajak. Melalui kedua portofolio tersebut, anggota BRITACOM dapat mempelajari pendekatan yang telah diterapkan oleh otoritas pajak lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Pengembangan versi 2.0 berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang mengubah cara otoritas pajak dalam menjalankan tugasnya. Digitalisasi membuka peluang untuk menyederhanakan proses administrasi dan memperluas akses layanan. Namun, penerapannya juga menuntut kesiapan sistem, sumber daya manusia, dan kelembagaan agar manfaat teknologi dapat dirasakan oleh wajib pajak.
Dialog dan Kolaborasi Bersama Antaryurisdiksi
Pengalaman antarnegara dalam menghadapi kebutuhan tersebut menjadi salah satu bahan kerja sama BRITACOM. Dalam kegiatan peluncuran produk pada Mei 2026, misalnya, Indonesia berbagi pengalaman mengenai Coretax, termasuk integrasi pendaftaran, pelaporan, pembayaran, dan layanan perpajakan. Negara peserta lainnya juga membagikan praktik terkait identitas digital, penggunaan kecerdasan buatan dalam layanan pajak, dan pengelolaan faktur digital. Pengalaman tersebut menggambarkan beragam pendekatan yang dapat dipelajari dalam pengembangan administrasi perpajakan.
BRITACOF 2026 juga berlangsung dalam periode Hong Kong Action Plan 2025 – 2027, yang menjadi pedoman kerja sama BRITACOM dalam kurun tiga tahun tersebut. Rencana aksi ini menempatkan forum BRITACOF sebagai wadah untuk memperkuat dialog antaryurisdiksi, berbagi praktik administrasi perpajakan, serta membahas isu baru yang memerlukan perhatian bersama.
Dalam periode ini, BRITACOM menetapkan empat area kerja sama, yaitu raising tax certainty, promoting digital transformation of tax administration, improving tax environment, dan reinforcing capacity building of tax administration. Setiap area didukung oleh task force yang menangani bidang kerja masing-masing. Pengembangan TAPP dan TSPP berkaitan dengan agenda tersebut, terutama dalam penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas administrasi perpajakan.
Bagi negara dan yurisdiksi anggota BRI, kerja sama ini juga berkaitan dengan kebutuhan untuk mengurangi kesenjangan digital, sebab, tingkat kesiapan teknologi dan kapasitas administrasi tidak selalu sama. Berbagi pengalaman dapat membantu otoritas pajak memahami pilihan kebijakan dan penerapan teknologi yang tersedia tanpa harus menghadapi tantangan yang sama secara terpisah.
BRITACOF ke-7 melanjutkan rangkaian forum tahunan BRITACOM yang sebelumnya diselenggarakan di Kathmandu, Nepal, pada September 2025. Pertemuan di Jakarta akan membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya melalui pengembangan TAPP dan TSPP versi 2.0, yang berfokus pada pemanfaatan teknologi serta peningkatan kualitas administrasi dan layanan perpajakan.
Ke depannya, BRITACOM akan menggelar kerja sama dengan berbagai kawasan, organisasi internasional, lembaga akademik, dan pihak intermediary sebagai upaya pengembangan berkelanjutan. Beberapa di antaranya termasuk BRITACOF, seminar, acara tematik, pelatihan, dan webinar untuk mencari solusi efektif untuk peningkatan kapasitas administrasi perpajakan negara BRI. [GP]
*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.
Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.