Oleh: (Muhammad Fadhlansyah Nasution), pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Rasanya baru kemarin senja menaungi Tapaktuan, tapi pagi ini, di Pantai Pandan, Sibolga, saya menemukan sebuah cermin refleksi yang menghunjam: tentang pembaharuan. Langkah kaki saya baru saja menapak dari Pia Hotel, markas sementara kami, tim edukasi, saat pemandangan di belakang hotel itu langsung memicu kilas balik. Sekejap, saya kembali ke masa pagi di Tapaktuan.

Saya masih ingat betul, sembilan tahun hidup saya pernah saya dedikasikan untuk KPP Pratama Tapaktuan, dari Agustus 2008 hingga Februari 2017. Waktu yang cukup panjang untuk menumbuhkan ikatan, bukan? Pagi ini, di tengah bisikan angin laut, deburan ombak kecil yang terpecah menjadi buih putih di bibir pantai, serta hamparan laut biru tak berbatas, seolah waktu berputar kembali. Jarak antara Sibolga dan Tapaktuan terasa lenyap.

Detik-Detik Sunyi Para Penjaga Pantai

Ada satu pemandangan yang benar-benar mencuri perhatian. Saya melihat para petugas kebersihan pantai. Mereka mengenakan seragam kemeja hijau khas Pia Hotel, dengan tekun, berbekal sapu sederhana, menyisir setiap jengkal pasir. Mereka membersihkan sampah, baik yang dibawa alam maupun sisa jejak manusia—organik maupun anorganik—yang terbawa gelombang atau ditinggalkan pengunjung.

Ini adalah rutinitas harian yang hening, tetapi luar biasa penting. Mereka tidak mengandalkan teknologi canggih, tetapi dengan ketelatenan dan kesabaran, memastikan keindahan pantai selalu terjaga, hari demi hari.

Pemandangan ini, entah mengapa, terasa begitu personal di hati. Tanpa pikir panjang, saya melakukan hal yang sangat jarang saya lakukan: merekam video singkat pemandangan laut yang menenangkan itu, lalu mengunggahnya ke story WhatsApp saya.

Reaksi yang saya dapatkan sungguh di luar dugaan. Notifikasi pesan langsung saya langsung ramai. Teman-teman lama dari Tapaktuan langsung bernostalgia. Sementara itu, kawan-kawan yang lain dengan cerdik menebak saya sedang berada di Sibolga. Bahkan, ada yang bisa menebak lebih detail lagi, "Wah, ini di halaman belakang Pia Hotel Pandan, ya?"  Sebuah kehangatan tak terduga, muncul dari serpihan kenangan masa lalu.

Coretax DJP: Ombak Pembaruan yang Mesti Kita Peluk

Di sinilah titik puncaknya, esensi serta metafora yang ingin saya sampaikan dalam penugasan kali ini: edukasi tentang habituasi penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan orang pribadi dan badan melalui Coretax DJP.

Kami berenam ditugaskan di KPP Pratama Sibolga pada tanggal 19-20 November 2025. Selain lewat portal MTRA, edukasi ini juga kami sampaikan melalui simulasi SPT dan video tutorial di kanal resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kenangan indah tentang Tapaktuan, bagi saya, adalah analogi untuk DJP Online. Sistem yang lama itu, yang telah mengukir banyak cerita, menjadi fondasi kuat, dan efisien pada eranya. Namun, seperti ombak yang tak pernah berhenti membawa air segar ke pantai, kini saatnya kita membuka diri. Mari kita sambut Coretax DJP sebagai sistem baru yang tak kalah memukau, bahkan jauh melampaui.

Kita tak mungkin membersihkan pantai (atau menjalankan administrasi pajak) jika hanya terpaku pada cara-cara lama, seefisien apa pun itu di masa lampau. Kita harus berani bergerak maju, menyongsong sistem yang lebih terintegrasi, modern, dan siap menghadapi tantangan zaman. Coretax DJP bukan sekadar perubahan. Ini adalah reformasi fundamental, sistem inti administrasi perpajakan yang akan mengubah lanskap layanan perpajakan di Indonesia.

Pelaporan melalui Coretax DJP adalah kebiasaan baru yang wajib kita biasakan. Sama persis seperti ketekunan para petugas kebersihan pantai yang setiap pagi memastikan keindahan alam tetap terjaga. Mungkin di awal terasa canggung, butuh waktu adaptasi, tetapi ini adalah langkah penting menuju efisiensi dan keindahan yang lebih besar.

Dari Pantai Pandan, Sibolga, sebuah pesan mengalir begitu jernih:

"Kenangan masa lalu memang tempat yang nyaman untuk singgah, tapi bukan untuk berdiam diri. Mari kita ambil semangat positif dari apa yang pernah ada (DJP Online) dan sambutlah masa depan yang lebih cerah dengan keberanian untuk bertransformasi (Coretax DJP)."

Dengan tekad yang kuat, dan sinergi dari seluruh pihak, visi reformasi perpajakan demi kemajuan negeri ini pasti akan terwujud. Mari berhabituasi dengan Coretax DJP!

*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.