Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bandung bersama Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengadakan simulasi bencana di Aula KPP Madya Bandung, (Kamis, 01/11).
“Dengan melihat struktur geografis, Bandung cenderung rawan terhadap gempa daripada tsunami dan gunung meletus. Di bawah tanah Bandung terdapat patahan atau lempengan aktif bernama Sesar Lembang sepanjang Padalarang hingga Gunung Manglayang, yang bilamana terjadi gempa, dampaknya akan berakibat ke barat atau timur sehingga tempat kumpul paling aman adalah menuju selatan atau utara,” jelas Kepala BPBD Jawa Barat, Dicky Saromi.
Pada simulasi ini, Instruktur Rano Harjaya membagi informasi penting mengenai cara berlindung hingga penanganan evakuasi korban bencana.
"Saat terjadi gempa, dianjurkan untuk tidak berlarian dan segera mencari perlindungan dari benda terdekat, misal di bawah meja. Lindungi kepala menggunakan kedua tangan, tangan kanan memegang tempurung dari depan sedangkan tangan kiri melindungi tengkuk dari samping. Setelah gempa berhenti, segera lah keluar menuju tanah lapang agar terhindar dari reruntuhan bangunan," kata Rano.
Dalam rangka evakuasi, terdapat hal dasar yang harus diperhatikan, yaitu cara mengangkat korban.
“Mengangkat korban ini seperti sepele, padahal sangat penting. Jika memiliki pengetahuan tentang cara mengangkat korban, segera praktikkan pada korban. Jika belum atau tidak mengetahui, jangan pegang korban, lebih baik segera hubungi ambulans dan kantor polisi terdekat untuk pertolongan yang tepat,” pungkas Rano. (SDH)
- 50 views