Selama sepekan 5 hingga 9 November 2018, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan Pekan Inklusi Kesadaran Pajak 2018, yaitu rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan literasi kesadaran pajak kepada dunia pendidikan yang dilaksanakan selama sepekan dari jenjang sekolah tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP), tingkat atas (SMA) dan tingkat perguruan tinggi (PT). Pada puncak acara Pekan Inklusi (Jumat, 9/11) dilaksanakan kegiatan Pajak Bertutur, yaitu kegiatan mengajar kesadaran pajak kepada siswa/i dan mahasiswa/i yang dilakukan oleh pegawai di setiap unit kerja DJP pada saat yang bersamaan serentak di seluruh Indonesia.
KPP Pratama Wates pun ikut serta dalam Pekan Inklusi 2018 Direktorat Jenderal Pajak ini dengan mengadakan kegiatan Pajak Bertutur di SMK Negeri 1 Pengasih kabupaten Kulon Progo (9/11). Kegiatan Pajak Bertutur betujuan untuk mewujudkan generasi bangsa “Sadar Pajak” yang memiliki karakter cinta tanah air dan bela negara. Strategi Inklusi Kesadaran Pajak diterapkan pada kurikulum, perbukuan, pembelajaran, dan kegiatan kesiswaaan di sistem pendidikan Indonesia.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00-10.30 ini diikuti oleh 75 siswa/i SMK dari kelas X-XII. Siswa/i SMKdipilih sebagai sasaran kegiatanpada tahun ini karena mereka disiapkan sebagai tenaga terampil yang siap terjun ke dunia kerja. Sebagai calon wajib pajak,mereka memerlukan pengetahuan dasar tentang perpajakan saat bekerja dan memiliki penghasilan nanti. Siswa/i diharapkan dapat memahami bahwa sebagai warga negara kita tidak hanya bisa menuntut hak, namun kita harus melaksanakan kewajiban bagi negara Indonesia khususnya berperan serta menjadi wajib pajak yang baik.
Pada kegiatan ini juga ditanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan kesadaran untuk menjadi warga negara yang baik. Jika dahulu para pahlawan kemerdekaan rela berkorban jiwa raganya, maka tugas warga negara saat ini dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan menjadi pahlawan masa kini. Pahlawan masa kini adalah warga negara yang berperan aktif demi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menjadi wajib pajak yang jujur, melaporkan dan membayarkan seluruh kewajiban perpajakannya.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Pajak khususnya KPP Pratama Wates berharap akan terbentuk generasi emas yang menyadari dan melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik. Pelaksanaan kewajiban perpajakan sebagai bentuk implementasi prinsip gotong royongperlu ditanamkan sejak dini karena merupakan wujud kepedulian kita dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- 205 kali dilihat