KPP TBK gelar Business Development Service (BDS) untuk wajib pajak UMKM berkerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kab. Karimun

KPP Pratama Tanjung Balai Karimun menggelar Business Development Service (BDS) untuk wajib pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang  bertemakan “UMKM Mandiri”  berkerjasama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kab. Karimun. Tujuannya adalah memberikan pemahaman jiwa berwirausaha yang mengedepakan kualitas produk dan kreatif dengan diwadahi teknologi, Karimun ( Selasa, 18/9).

Business Development Service di aula Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kab. Karimun dihadiri 40 (empat puluh) orang wajib pajak UMKM yang telah dibina dan diberi lokakarya oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kab. Karimun tentang pemantapan wirausahawan. Kegiatan usaha wajib pajak tersebut adalah home industri yang menjual kerajinan tangan dan makanan ringan, dan kegiatan usaha mereka tersebut telah beredar di seluruh pasar Kab. Karimun. Walaupun produk mereka telah dikenal seluruh pasar Kab. Karimun dengan Business Development Service (BDS) kita membantu agar usaha dari wajib pajak UMKM dapat stabil, berinovasi, kreatif, dan modern. 

Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kab. Karimun memberikan materi tentang jiwa kewirausahan agar wajib pajak tangguh dengan tantangan yang akan dihadapi salah satunya adalah kerugian dan memberikan solusi untuk stabil dalam keuangan untuk memperoleh keuntungan kembali. “Ibu-Ibu dan Bapak- Bapak kita jangan takut rugi, yang terpenting adalah kualitas kita harus terbaik dimata pelanggan,” ungkap Nadra Kapala Bidang Koperasi dan UMKM. Semua wajib pajak sangat interaktif karena mereka paham bagaimana harus mengelola keuangan dengan baik agar produk mereka tetap berkualitas.

Selain memberikan materi tentang kewirausahawan, wajib pajak juga diberi materi tentang “Pencatatan” yang dibawa oleh Kukuh Ario Herwondo, merupakan Account Represantative KPP Pratama Tanjung Balai. Tujuannya adalah agar wajib pajak UMKM tidak salah mengartikan omzet  dan penghasilan bersih. Selanjutnya materi tentang “Inklusi Kesadaran Pajak “ yang dibawa oleh Hizbullah Arridha, merupakan Penyuluh di Seksi Ektensifikasi dan Penyuluhan. “Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada kantor pajak yang telah mengadakan acara ini, ini ilmu baru yang kami dapatkan selain materi ilmu kewirusahawan, kami baru tau betapa penting pajak bagi negara ini, tolong ingatkan kami jika kami lupa melaksanakan kewajiban kami”, ungkap Hasnah wajib pajak UMKM yang telah berusia 60 (enam puluh) tahun tapi tetap memiliki semangat nasionalisme yang luar bisa. Selama pelaksanaan wajib pajak dapat memberikan pesan dan kesan yang berbentuk kuesioner, tanggapan dari seluruh wajib pajak UMKM sangat positif dengan pelaksanaan Business Development Service (BDS) ini. Panitia berharap peserta yang mengikuti Business Development Service (BDS) dapat patuh dalam kewajiban perpajakannya dan usaha mereka terus berkembang.