Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palopo bekerjasama dengan BRI Cabang Palopo menggelar acara Bussines Development Services (BDS) berupa workshop bertema “Strategi Pengembangan Usaha Agen BriLink” di aula KPP Pratama Palopo (Kamis, 22/11). Acara ini digelar dengan tujuan untuk memberikan dukungan pembinaan dan pengembangan usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kota Palopo dan sekitarnya.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta Agen BriLink tersebut dibuka oleh Kepala KPP Pratama Palopo, Ahmad Fudholi, ia menjelaskan bahwa BDS adalah program Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang memberikan dukungan untuk pembinaan dan pengembangan usaha UMKM secara berkesinambungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan keterikatan (engagement) karena UMKM diberikan pendampingan dan pembinaan ketika mulai melakukan usaha hingga menjadi berkembang yang pada akhirnya diharapkan pada saat sukses dan memperoleh penghasilan timbul kepatuhan (compliance) terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya. Hal ini penting karena sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa dari seluruh jumlah unit usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM, termasuk tenaga kerjanya dan bahkan Produk Domestik Bruto di Indonesia saat ini juga sebagian besar berasal dari UMKM. Sementara itu Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Palopo, Muh Naufal Thoriqi dalam sambutannya mengakui pentingnya bahan pembelajaran yang diberikan untuk pembinaan UMKM yang dapat berupa pelatihan pengembangan usaha terutama pada era digital, dengan demikian para agen BRI Link ini lingkup bisnisnya menjadi lebih luas dan tidak bersifat lokal saja sehingga penghasilan mereka menjadi meningkat.
Acara ini menghadirkan narasumber dari pelaku usaha Agen BRI Link yang sukses dan Influencer yang akan memaparkan pemasaran usaha via media sosial. KPP Pratama Palopo menghadirkan Andini Putri Pribadini, salah satu pengusaha yang sukses memasarkan produknya melalui media online. Dalam paparannya, Andini menyampaikan strategi pemasaran online dan kiat-kiatnya dengan memanfaatkan instagram, facebook, dan media sosial lainya karena gerenasi sekarang lebih cenderung menggunakan gadget sebagai kebutuhan primer sehingga para pelaku usaha dapat membidik calon pelangganya di media sosial. Pada kesempatan tersebut, peserta BDS juga diberikan materi terkait pencatatan keuangan sederhana yang dapat membantu pelaku usaha UMKM khususnya dalam menyelenggarakan pembukuan oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Ekstensifikasi, Dwi Abri Tjahyadi."Pencatatan keuangan itu penting untuk mengetahui keuntungan serta perkembangan suatu usaha yang dimulai dengan dokumen transaksi, catatan kas sederhana untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran secara rutin dan kemudian membuat laporan keuangan berupa laporan laba/rugi dan neraca sederhana," tegas Dwi Abri Tjahyadi.
Pelaksanaan kegiatan BDS ini bertujuan agar timbul kesadaran, terjalin keterikatan antara DJP dan UMKM yang saling mendukung dalam proses tumbuh berkembangnya usaha serta dapat berkontribusi untuk masyarakat dan negara melalu kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakannya dengan memanfaatkan tarif khusus Pajak Penghasilan bagi UMKM sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 yaitu sebesar 0,5% (setengah persen) dari penghasilan usaha.
- 64 kali dilihat