Eksistensi Pajak dan Nasionalisme dalam Piala Dunia
Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtiyas, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Gelaran Piala Dunia 2018 telah mencapai puncaknya (15/07). Tim sepak bola negara Prancis dan Kroasia melaju ke babak final. Stadion Luzhniki di Moskow, Rusia menjadi saksi Prancis membawa tropi juara dunia sepak bola kali ini dengan skor 4-2.
Seakan tak mau kehilangan momen, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara turut menyemarakkan gelaran pesta bola dunia malam itu. Sekitar pukul 21.00 WITA, rombongan yang diprakarsai oleh Emri Mora Singarimbun, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KPP Madya Balikpapan bergerak menuju ke lokasi nonton bareng (nobar) yang diadakan oleh para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pasar Segar Balikpapan.
Sebelum nobar dimulai, Emri turut berbagi cerita tentang pajak dan terlebih tentang peraturan terbaru bagi penggiat UMKM yakni Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Beberapa pertanyaan ringan perpajakan juga diberikan olehnya.
"Menurut anda semua, apa itu pajak?", tanyanya. Ada tiga orang penonton yang menjawab dengan benar. "Oiya, siapa yang di sini sedang bawa kartu NPWP?" tanyanya di sela-sela memberikan sosialisasi. Tak diduga, reaksi masyarakat begitu antusias. Mayoritas dari seluruh penonton yang hadir ternyata selalu membawa kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kemana-mana. Takjub mewarnai rombongan karena masyarakat di sana hampir semua telah menganggap kartu NPWP milik DJP ini setara pentingya dengan kartu indentitas lainnya seperti KTP dan SIM.
Pukul 22.00 WITA, laga final malam itu pun dimulai. Tampak para pemain sepak bola dari kedua belah pihak mulai turun ke rumput hijau. Ada momen menarik yang terjadi waktu pemutaran lagu kebangsaan negara Prancis, Le Marseillaise. Seluruh penonton di kawasan Pasar Segar Balikpapan refleks menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila! Intro awal lagu tersebut memang mirip dan hal ini menjadi bukti bahwa seluruh penonton selalu menjunjung tinggi nasionalismenya walaupun sedang menyaksikan gelaran Piala Dunia.
Malam itu, euphoria Piala Dunia bersenandung mesra dengan pajak serta tak lupa menyertakan sisi nasionalisme dalam benak seluruh penonton yang hadir.
- 72 kali dilihat