Semarang, 15 Juli 2020 - Inklusi kesadaran pajak adalah salah satu upaya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi selaku pihak yang membidangi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran pajak peserta didik, guru, dan dosen yang dilakukan melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam kurikulum, pembelajaran, dan perbukuan.
DJP ingin mendidik generasi muda agar menjadi penerus calon-calon pelaku ekonomi masa depan yang mempunyai kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Generasi mendatang harus memiliki budaya dan karakter berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, bela negara termasuk kesadaran membayar pajak.
Salah satu contoh strategi penerapan inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan adalah pajak bertutur. Pajak bertutur merupakan kegiatan edukasi perpajakanyang diselenggarakan tiap tahun secara serentak oleh seluruh unit vertikal di bawah Direktorat Jenderal Pajak kepada siswa siswi dalam rentang Pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat.
Di masa pandemi ini, kegiatan pajak bertutur diadakan secara daring melalui aplikasi zoom dan live youtube pada Rabu, 15 Juli 2020. Bekerja sama dengan Tax Center Politeknik Negeri (Polines) Semarang, Kanwil DJP Jawa Tengah I dan Kantor Pelayanan Pajak di bawahnya kompak menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur dan Festival Pajak 2020 dengan mengangkat tema “Generasi Emas Cerdas dan Sadar Pajak: Bangkit Bersama Pajak dengan Gotong Royong”.
Sejalan dengan tema yang diusung, dr. Ivan Putrantyo sebagai narasumber membahas tentang bagaimana negara dan pajak sangat berperan dalam suatu Negara. Secara langsung dari kota London, Inggris, ia menuturkan bahwa pajak adalah salah satu instrument penting dalam suatu negara. Pajak memberi kesempatan kepada seluruh warga Negara Indonesia untuk mendapat akses pendidikan secara global. Beasiswa LPDP yang ia terima saat ini merupakan salah satu bentuk manfaat pajak. Penanganan pasien Covid-19 pun menggunakan dana pemerintah yang sebagian besar juga berasal dari pajak.
Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Suparno dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada siswa siswi yang telah bergabung dalam kegiatan Pajak Bertutur 2020, “Anak-anak muda seperti kalian yang kelak diharapkan menjadi pahlawan bangsa sebagai pembayar pajak yang patuh dan sadar pajak.”
Senada dengan Suparno, Direktur Politenik Negeri Semarang, Ir. Supriyadi MT juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berperan dalam menanamkan kesadaran pajak kepada para generasi muda. Ia menambahkan, Polines sebagai lembaga pendidikan telah menyisipkan materi kesadaran pajak dalam proses belajar mengajar. “Hari ini kami mengajak pelajar SMA/SMK sederajat untuk belajar tentang pajak dengan mengikuti lomba orasi pajak.
Orasi pajak yang dibawakan harus sesuai dengan topik “Peningkatan Kesadaran Pajak Generasi Milenial di Era Revolusi Industri 4.0”. Diikuti oleh berbagai SMA/SMK sederajat, selama kegiatan berlangsung 20 (dua puluh) video terbaik akan ditayangkan dan dinilai oleh para dewan juri. Yang menarik adalah juara 1 lomba ini akan mendapat penghargaan sekaligus prioritas diterima sebagai mahasiswa di Polines dengan mengikuti jalur test tertulis untuk menentukan kompetensinya.
- 135 kali dilihat