Jakarta, 15 Mei 2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar (Kanwil DJP WPB/ Kanwil LTO) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya membangun masyarakat sadar pajak melalui kegiatan edukasi. Salah satu langkah strategisnya adalah melakukan kegiatan audiensi, sosialisasi dan bimbingan teknis Inklusi Kesadaran Pajak Bagi Sivitas Akademika Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). Kegiatan ini berlangsung di Aula Hercules Kampus A Unsurya, Rabu (13/05).
Kegiatan audiensi dan sosialisasi Inklusi Kesadaran Pajak dihadiri oleh para pejabat Unsurya (rektorat, dekan, karo, kabag, kaprodi beserta jajarannya) dan para pendidik/ dosen yang akan mengampu inklusi kesadaran pajak dan enam pegawai Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Bidang P2Humas) dengan peserta seluruhnya sebanyak 35 orang.
Kegiatan Audiensi dan Bimtek Inklusi Kesadaran Pajak dibuka oleh rektor Unsurya Dr. Sungkono. Dalam sambutannya, beliau mendorong seluruh civitas akademika memiliki kesadaran pajak serta mampu menciptakan lingkungan kampus yang taat pajak. Beliau juga berpesan apabila terdapat tagihan / utang pajak yang masih harus dibayar, agar sesegera mungkin dilakukan pembayaran.
Beberapa poin penting terkait pajak yang Dr. Sungkono sampaikan pada kesempatan tersebut diantaranya: (1) pentingnya peran pajak untuk bangsa dan negara ini, (2) pajak adalah tulang punggung negara, (3) penerimaan negara dominan bersumber dari pajak, (4) metodologi apa yang tepat untuk memperkuat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, dan (5) manfaat pajak, khususnya untuk perguruan tinggi swasta. “Pajak merupakan tulang punggung negara karena sebagian besar penerimaan negara bersumber dari pajak. Mari kita bangun kesadaran publik untuk membayar pajak!” pungkasnya.
Selanjutnya, mewakili Kepala Kanwil LTO, Kepala Bidang P2Humas Kanwil LTO, Widie Widayani, menyampaikan beberapa hal yaitu (1) perkenalan sekaligus maksud dan tujuan kedatangan tim Kanwil LTO, (2) wilayah kerja Kanwil LTO adalah seluruh Indonesia dan mengemban amanah kurang lebih 30% dari target penerimaan pajak nasional, (3) membangun kesadaran pajak sejak dini kepada mahasiswa dan civitas akademika di perguruan tinggi.
Bak gayung bersambut atas sambutan Dr. Sungkono, Widie Widayani menyampaikan bahwa metodologi yang tepat untuk membangun kesadaran masyarakat taat pajak dilakukan dengan cara edukasi sejak dini melalui inklusi kesadaran pajak sehingga dapat menciptakan tidak hanya kecerdasan intelektual semata namun juga membangun kecerdasan emosional.
Widie menyampaikan bahwa program inklusi kesadaran pajak merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pajak membangun kesadaran pajak sejak dini melalui dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi.
Acara sharing session dan bimbingan teknis kepada civitas akademika Unsurya yang dilaksanakan dengan narasumber Arif Yunianto selaku Penyuluh Pajak Ahli Madya Direktorat Jenderal Pajak, berjalan dengan lancar. Selain kegiatan sharing session, juga dilaksanakan diskusi dan dialog/ tanya jawab dengan peserta. Sebagian besar peserta antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan masukan. Salah satu masukan berharga yang disampaikan oleh peserta yaitu tema kesadaran pajak (termasuk tema yang lain) dapat disisipkan dalam mata kuliah apa pun.
Setelah sesi sharing dan bimbingan teknis, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Implementasi Program Inklusi Kesadaran Pajak sebagai bentuk komitmen bersama antara DJP Wajib Pajak Besar dan Unsurya dalam mendukung edukasi perpajakan di lingkungan perguruan tinggi.
Acara audiensi dan bimtek inklusi kesadaran pajak ditutup dengan sesi foto bersama.
Pajak Tumbuh Indonesia Tangguh!
* * *
Pajak Kuat, APBN Sehat!
#PajakKitaUntukKita
- 5 kali dilihat