Lebih dari 100 siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 8 Jakarta mengikuti seminar perpajakan secara luring di Ruang AV Grande, SMA N 8 Jakarta, Jakarta Selatan (Kamis, 15/1). Agenda ini merupakan bagian dari kampanye inklusi kesadaran pajak pada tingkat pendidikan menengah di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Selatan I.

Seminar perpajakan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar perpajakan dan manfaat pajak bagi siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kegiatan tersebut dicetuskan oleh tim pendidik mengingat siswa telah memasuki materi pembelajaran terkait perpajakan.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Edy Pramono dalam sambutannya, kegiatan seminar ini merupakan program tax goes to school. Sekolah sebagai salah satu mitra inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan mengundang praktisi perpajakan untuk mengajar langsung kepada peserta didik.

Narasumber kegiatan diwakili oleh tim penyuluh pajak yang terdiri dari penyuluh pajak, Edwin Widiatmoko, Tri Wibowo, Hairuz Zuhri; dan Pelaksana Bidang Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kresna Tirta Indraprasetya.

Materi disampaikan oleh Hairuz Zuhri dengan topik “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”. Hairuz menekankan pentingnya unsur gotong royong dalam berkontribusi membayar pajak serta menghindari adanya fenomena free rider. Penumpang gelap (free rider) menurutnya adalah warga negara yang turut menikmati manfaat pajak, namun tidak turut serta berkontribusi dalam membayar pajak meski telah memenuhi syarat objektif sebagai wajib pajak.

“Seperti menjaga asupan air dalam tubuh, demikian juga pentingnya penerimaan perpajakan di dalam APBN,” demikian disampaikan pemateri. Diskusi berlangsung dipandu oleh Edwin Widiatmoko. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan yang kritis guna memenuhi rasa keingintahuannya seputar perpajakan.

Salah seorang siswa mengajukan pertanyaan tentang strategi Direktorat Jenderal Pajak dalam mencapai target penerimaan serta cara untuk mengantisipasi adanya free rider. Narasumber pun menjelaskan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Pajak telah memiliki peta jalan dalam melaksanakan kegiatan penggalian potensi perpajakan, diantaranya melalui kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan secara masif. Untuk itu, penyuluh pajak mengingatkan para siswa agar dapat menjadi agen perubahan yang turut mendorong peningkatan kesadaran perpajakan di kalangan siswa sebagai calon wajib pajak masa depan.

Kegiatan penyuluhan ini juga diramaikan dengan permainan games berupa kuis berhadiah sehingga semakin memantik semangat pelajar untuk menjawab pertanyaan seputar pajak. Di samping diikuti oleh para siswa, kegiatan edukasi juga diikuti oleh jajaran pendidik mata pelajaran ekonomi.

Salah seorang tenaga pendidik mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan memberikan pandangannya tentang pentingnya perpajakan dan APBN. Materi edukasi kali ini sejalan dengan materi pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas saat ini. Ia juga berharap agar kerja sama serupa dapat dilanjutkan dan dikembangkan di kesempatan berikutnya.

SMAN 8 Jakarta merupakan mitra Kanwil DJP Jakarta Selatan I dalam pengembangan program inklusi kesadaran pajak pada tingkat pendidikan menengah. Sekolah ini juga telah aktif mengirimkan perwakilan guru dalam penyusunan modul ajar dengan mengintegrasikan muatan kesadaran pajak pada mata pelajaran pendidikan agama.

Pewarta: Ika Hapsari
Kontributor Foto: Kresna Tirta Indraprasetya
Editor: Sugiarti

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.