Penyuluh Pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Tegallega, Devia Sri Maharani, menjadi narasumber di Webinar Economic Internal Competition (EIC) 2025 Telkom University yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meetings di Bandung (Minggu, 30/11).
Webinar ini mengusung tema Peran Akuntansi dan Perpajakan dalam Mewujudkan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran profesi akuntan dan praktisi perpajakan dalam menghadapi perkembangan ekonomi berkelanjutan. Sebanyak 136 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University mengikuti kegiatan ini.
Economic Internal Competition 2025 merupakan kegiatan kompetisi internal yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, meliputi lomba akuntansi, perpajakan, penulisan esai, dan ditutup dengan webinar perpajakan.
Pada kesempatan tersebut, Devia membahas dua poin utama, yaitu tantangan yang dihadapi akuntan muda dalam era ekonomi hijau dan peran akuntan dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan melalui praktik akuntansi dan perpajakan.
“Akuntan berperan sebagai jembatan atau penghubung antara kebijakan fiskal hijau dan implementasi nyata di lapangan melalui laporan keuangan yang berkelanjutan, desain dan evaluasi kebijakan fiskal, pelaporan green finance, serta capacity building dan standar setting,” ujarnya.
Lebih lanjut, Devia menjelaskan bahwa dalam mendukung ekonomi hijau, DJP telah memberikan fasilitas perpajakan kepada pengusaha yang melakukan kegiatan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Fasilitas perpajakan yang diberikan berupa fasilitas PPh, PPN, dan pajak ditanggung pemerintah.
Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta, Eva Triani, mengajukan pertanyaan mengenai peran perpajakan dalam memastikan transparansi dan ketepatan sasaran penggunaan dana pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, Devia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan dana pembangunan bukan merupakan fungsi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). DJP berfokus pada pengumpulan pajak dan pengawasan kepatuhan wajib pajak. Ia pun menegaskan bahwa masyarakat juga berperan penting dalam mengawasi serta mengkritisi pemanfaatan dana pajak oleh pemerintah.
Melalui webinar ini, KPP Pratama Bandung Tegallega berharap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University semakin memahami pentingnya peran akuntansi dan perpajakan sebagai instrumen kunci untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Webinar ini sangat informatif dan membuka wawasan mengenai pentingnya akuntansi dan perpajakan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Eva Triani memberikan terstimoni terkait kegiaitan tersebut.
| Pewarta: Nurfazia Tresna Yudisty |
| Kontributor Foto: Dony Setiyadi Utomo |
| Editor: Fanzi SF |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 10 kali dilihat




