Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali menggelar edukasi perpajakan terbesar kepada generasi muda melalui Pajak Bertutur (Patur) 2025. Mengusung tema “Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju”, kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan sejak 2017 ini berhasil mencatat partisipasi puluhan ribu siswa dan mahasiswa dari seluruh penjuru negeri.

Tahun ini, Patur 2025 dilaksanakan oleh seluruh unit kerja DJP dan diikuti oleh 28.218 pelajar dan mahasiswa yang tersebar di Indonesia, mencakup 80 Sekolah Dasar (SD)/sederajat, 149 Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat, 394 Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat, dan 49 perguruan tinggi. Angka partisipasi ini menunjukkan semakin luasnya gaung kesadaran pajak di kalangan generasi muda.

Acara Puncak Patur 2025 digelar secara luring di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat DJP, Jakarta, dengan menghadirkan 300 siswa SMA/sederajat di DKI Jakarta beserta 30 guru pendamping (Rabu, 27/8). Antusiasme tak hanya berhenti di lokasi acara, karena ribuan peserta lain dari berbagai provinsi turut bergabung secara daring melalui Zoom Meeting, sementara publik bisa menyaksikan siaran langsungnya di kanal YouTube resmi DJP.

Acara Puncak Patur 2025 ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pajak, para Staf Ahli Menteri Keuangan dan pejabat Eselon II di lingkungan Kantor Pusat DJP, Rektor Universitas Antakusuma, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, ikut mengisi acara “Dirjen Pajak Menyapa” dengan berdialog secara langsung dengan perwakilan peserta yang bergabung secara daring.

Bimo menyampaikan bahwa pajak memiliki peran yang sangat krusial dalam pembiayaan berbagai program pemerintah, khususnya di sektor pendidikan. Di antaranya, dengan penerimaan pajak, pemerintah bisa membangun sekolah, memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi, dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Membayar pajak bukan hanya sebagai bentuk kewajiban kepada negara, melainkan juga bentuk cinta kita ke tanah air,” tambah Bimo saat menyapa peserta.

Di sela acara, Bimo memberikan apresiasi berupa Edu Tax Award kepada mitra inklusi yang berperan aktif dalam program Inklusi Kesadaran Pajak. Adapun peraih penghargaan tersebut adalah Universitas Antakusuma, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Dalam laporan kegiatan, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Rosmauli, menyebutkan bahwa Patur 2025 bertujuan untuk menumbuhkan sikap sadar dan taat pajak melalui penanaman nilai-nilai kesadaran pajak dalam proses pembelajaran, mendukung program Inklusi Kesadaran Pajak, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembelajaran kesadaran pajak pada dunia pendidikan.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat, SMP Negeri 4 Dompu, Nusa Tenggara Barat, SD Negeri 10 Merapi Barat, Kabupaten Lahat, SD Inpres Manimeri II, Papua Barat, Sekolah Cikal Lebak Bulus, Jakarta, dan SMA Taruna Nusantara Kampus Magelang merupakan perwakilan sekolah yang berkesempatan untuk melakukan dialog.

Acara juga diisi dengan peluncuran program “Pajak Membaca”, Perpustakaan Digital, dan Spot Baca di area Kantor Pusat DJP sebagai bentuk upaya DJP untuk menggalakkan budaya literasi pegawai DJP. Games teka-teki silang dari pembawa acara juga turut menyemarakkan acara.

Games yang memberikan pertanyaan seputar perpajakan mengundang semangat peserta dalam mengacungkan tangan untuk menjawabnya. Antusiasme yang sangat luar biasa tersebut membuat suasana acara menjadi lebih cair untuk menyimak talkshow dengan para narasumber yang inspiratif.

Talkshow mengangkat tema “Muda Bersatu, Indonesia Maju: Merayakan Keberagaman, Membangun Harapan”. Rian Ramadani, Fungsional Penyuluh Pajak, selaku moderator memandu jalannya talkshow dengan sosok-sosok narasumber yang di antaranya berkebutuhan khusus, tetapi tidak menghentikan langkah mereka untuk berkiprah.

Latifah Maurinta Wigati, seorang netra, founder Sekolah Menulis Cantik dan awardee LPDP, Afrand Mirza Herwinsyah, siswa SMA Negeri 8 Jakarta peraih juara olimpiade sains di tingkat nasional dan internasional, dan Putri Santoso, teman tuli co-founder Kopi Tuli merupakan tokoh-tokoh yang membagikan pengalaman inspiratifnya kepada para peserta.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Tutur Pajak 2025 yang terdiri atas Lomba Mendongeng Menggunakan Bahasa Isyarat, Lomba Modul Ajar Inklusi Kesadaran Pajak untuk SMP/Sederajat, Lomba Modul Ajar Inklusi Kesadaran Pajak untuk SMA/Sederajat, dan Lomba Risalah Kebijakan.

Acara Puncak Patur 2025 berlangsung dengan sangat meriah dan disambut baik oleh peserta. Salah satu peserta, siswa SMK Negeri 46 Jakarta, mengungkapkan antusiasmenya.

“Pajak Bertutur sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru tentang pajak dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.

Bimo mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam rangkaian Patur 2025. Bimo juga mengapresiasi dan mengajak para tenaga pendidik untuk terus bersama-sama mengedukasi generasi masa depan yang akan memikul estafet pembangunan Indonesia.

“Perjuangan ini harus terus berlanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Destiny Wulandari, Rima Budiarti, Rehbina Sukmasari
Kontributor Foto: Afrizal Ghifari, Syafa'at Sidiq Ramadhan
Editor: Yacob Yahya, Agus Budihardjo

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.