Awal tahun tidak hanya menjadi momentum resolusi pribadi, tetapi juga saat yang tepat untuk berbenah administrasi seperti urusan pajak. Hal ini dimanfaatkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta untuk menguatkan kesadaran pajak.
Bertempat di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Kota Surakarta (Senin, 26/1), KPP Pratama Surakarta hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi perpajakan yang diikuti oleh tenaga pendidik MAN 2 Surakarta.
Kepala MAN 2 Surakarta, Dr. Hj. Lanjar Utami, M.Pd., secara resmi membuka dan menyambut sosialisasi ini. Lanjar mengapresiasi dan menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara dunia pendidikan dan otoritas pajak dalam membangun kesadaran administrasi yang tertib dan modern.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Sejak awal, para guru sudah “dirancang” lebih dulu. Informasi pra-kegiatan telah disampaikan agar peserta memastikan data utama seperti nomor handphone dan alamat email sudah sesuai. Tujuannya jelas bahwa ketika sosialisasi dimulai, seluruh peserta siap mengakses Coretax DJP tanpa hambatan,” ungkap Lanjar.
Mayoritas guru MAN 2 Surakarta bukan pemain baru dalam urusan SPT Tahunan. Mereka sudah rutin melaporkan SPT melalui DJP Online setiap tahun. Dengan bekal tersebut, proses beralih ke Coretax DJP pun terasa lebih ringkas. Tak perlu registrasi dari nol, cukup memanfaatkan fitur lupa kata sandi, akun Coretax DJP bisa langsung diakses.
Sesi utama kemudian diisi oleh Yunita Istiningrum, Penyuluh Pajak. Yunita memandu peserta memahami alur pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui Coretax DJP mulai dari login, pengisian data dengan memastikan pengisian data penghasilan termasuk harta, utang, dan tanggungan, hingga penyampaian SPT secara elektronik ditandai Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) tersedia. Ia memberikan penjelasan runtut dan praktis menyasar hal-hal yang sering jadi pertanyaan wajib pajak.
Para guru MAN 2 Surakarta tak hanya menjadi peserta, tetapi juga sebagai agen literasi pajak. Mereka menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain yang masih berada dalam satu yayasan. Artinya, pemahaman yang diperoleh hari itu akan diteruskan dan direplikasi, memperluas dampak edukasi perpajakan tanpa harus selalu menunggu sosialisasi formal.
Melalui kolaborasi ini, Coretax DJP tidak hanya dikenalkan sebagai sistem baru, tetapi sebagai akun dengan banyak layanan yang memudahkan, mempercepat, dan memberi kepastian. Dari satu aula sekolah, lahir gerakan kecil yang potensinya besar: guru paham pajak, sekolah tertib administrasi, dan kepatuhan tumbuh secara berkelanjutan.
“Dari aula sekolah juga, semangat sadar pajak pun bergulir siap menular ke sekolah lain, dan terus meluas. Pajak bukan lagi sekadar kewajiban, tapi bagian dari gaya hidup tertib administrasi generasi pendidik masa kini. Hari ini, mengajar bukan satu-satunya peran guru. Mereka juga ikut mengambil bagian dalam membangun Indonesia termasuk lewat SPT Tahunan yang dilaporkan tepat waktu,” ucap Yunita.
| Pewarta: Gabriella Ekawati Karvadilasari |
| Kontributor Foto: Yunita Istiningrum |
| Editor: Waruno Suryohadi |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 12 kali dilihat