Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau bersama Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) memperkuat sinergi dalam bidang edukasi perpajakan melalui pembentukan tax center di Gedung Rektorat Unidayan, Kota Baubau (Selasa, 29/9/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Kepala KPP Pratama Baubau, Tubagus Arry Syahriza, dan Rektor Unidayan, L.M. Sjamsul Qamar.
Tax Center Unidayan dihadirkan sebagai wadah kolaborasi antara DJP dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan mahasiswa sekaligus memperluas manfaat edukasi perpajakan kepada masyarakat. Melalui tax center, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai ketentuan perpajakan, tetapi juga dapat terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan perpajakan dan pengabdian kepada masyarakat.
Tubagus Arry menyampaikan bahwa pembentukan tax center juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani). Di mana pada periode Oktober hingga Desember merupakan masa perekrutan calon Renjani yang selanjutnya akan mendapatkan pembekalan sebelum melaksanakan kegiatan pendampingan kepada masyarakat.
“Tujuan awalnya adalah pertama biar mahasiswa Unidayan bisa mengetahui terkait dengan aturan perpajakan, apalagi kan bulan Oktober, November, Desember ini adalah masa perekrutan Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani),” ujar Tubagus.
Melalui program Renjani, mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan nantinya dapat membantu masyarakat dalam kegiatan administrasi perpajakan, seperti melakukan asistensi pengisian dan pelaporan surat pemberitahuan (SPT) tahunan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung peningkatan literasi dan kesadaran perpajakan di masyarakat.
Selain mendukung program Renjani, Tax Center Unidayan memiliki ruang lingkup kegiatan yang cukup luas. Kerja sama mencakup pengabdian kepada masyarakat melalui asistensi pelaporan SPT Tahunan, penguatan inklusi kesadaran pajak, serta penyediaan sarana magang bagi mahasiswa.
Dalam bidang akademis, tax center juga dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian perpajakan melalui akses sistem e-Riset DJP. Berbagai kegiatan edukasi seperti sosialisasi dan kuliah umum juga dapat dilaksanakan sebagai bagian dari kolaborasi DJP dengan Unidayan.
Tubagus menyampaikan bahwa keberadaan tax center di perguruan tinggi turut membantu DJP memperluas jangkauan edukasi perpajakan. Kolaborasi dengan civitas akademika menjadi salah satu upaya untuk menjangkau masyarakat melalui lingkungan pendidikan, di tengah keterbatasan sumber daya manusia DJP.
“Dengan adanya kepatuhan sukarela dari masyarakat, kesadaran membayar pajak akan lebih meningkat. Artinya patuh, sadar akhirnya penerimaan tercapai,” jelas Tubagus.
Dengan diresmikannya Tax Center Unidayan, KPP Pratama Baubau kini telah memiliki tiga tax center, yaitu di Politeknik Baubau, Universitas Dharma Persada Raha, dan Unidayan. Ke depan, KPP Pratama Baubau juga berencana memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya, salah satunya Universitas Muhammadiyah Buton.
| Pewarta: KPP Pratama Baubau |
| Kontributor Foto: KPP Pratama Baubau |
| Editor:A. Rezky Amaliah |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 7 views

