Jakarta, 22 September 2026 — Kanwil DJP Jakarta Timur menerima kunjungan studi mahasiswa KALBIS University dalam rangka Pembelajaran Terapan Perpajakan pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami peran pajak dan menerima informasi perpajakan langsung dari otoritas pajak, bukan hanya dari teori di ruang kelas.  

Rangkaian kegiatan berisi sambutan dari kedua institusi, kegiatan bertajuk "Mengapa Harus Ada Pajak? Langkah Awal Menjadi Warga Sadar Pajak", pemaparan program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani), serta permainan interaktif. Seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan dengan aktif dan antusias. 

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Kanwil DJP Jakarta Timur, Imam Nashirudin, menekankan bahwa pajak melekat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Menurutnya, literasi pajak penting bagi generasi muda dan calon pelaku usaha agar memahami hak dan kewajibannya secara utuh, sehingga tidak mudah disesatkan atau ditakut-takuti informasi yang keliru. 

 "Pajak itu perlu diketahui dan dimengerti sejak awal agar kita tidak tersesat di jalan yang terang. Ketika kita tidak paham hak dan kewajiban kita, sedikit saja timbul persoalan, kita bisa ditakut-takuti atau dimanfaatkan pihak lain. Pemahaman pajak ini dibutuhkan oleh setiap warga negara, apa pun profesi yang nantinya akan ditekuni," ujar Imam. 

Dekan Fakultas Bisnis KALBIS University, Donant Alananto Iskandar, mengapresiasi kerja sama edukasi dengan Kanwil DJP Jakarta Timur dan membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk pengajaran bersama (dosen tamu) di tingkat pascasarjana. Ia menjelaskan bahwa KALBIS University menerapkan metode full active learning yang menekankan pembelajaran langsung di lapangan, sertifikasi kompetensi (BNSP), dan keterlibatan aktif mahasiswa. Karena regulasi perpajakan berkembang cepat, kunjungan ke instansi pajak dinilai sebagai cara terbaik untuk memperoleh informasi tangan pertama. 

 "Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif, kritis, dan jangan pernah takut salah untuk bertanya. Proses belajar justru tumbuh dari keberanian mencoba. Rekan-rekan mahasiswa ini dipersiapkan sebagai calon manajer dan calon pemimpin masa depan bangsa, sehingga mentalitas berani bersuara dan daya saing harus diasah sejak di bangku kuliah," kata Donant. 

 Dalam kegiatan ini, Penyuluh Pajak Arief Budi Nugroho memaparkan peran APBN sebagai instrumen pengelolaan keuangan negara dan posisi pajak sebagai sumber penerimaan utamanya. Ia menjelaskan bahwa penerimaan perpajakan menopang pembiayaan sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, pertahanan, ketahanan pangan, dan subsidi publik. Mahasiswa juga diperkenalkan pada tiga fungsi pajak (budgetair, regulerend, dan redistribusi pendapatan) serta diajak menjauhi mentalitas free rider, yaitu menikmati fasilitas publik tanpa berkontribusi.  

"Memahami hak dan kewajiban perpajakan merupakan fondasi esensial bagi generasi muda dalam kehidupan bernegara. Pajak bukan sekadar kewajiban hukum yang memaksa, melainkan instrumen gotong royong di mana setiap kontribusi yang kita setorkan akan kembali dalam bentuk hak menikmati fasilitas publik, kepastian subsidi, serta pembiayaan pendidikan yang merata untuk mewujudkan kemandirian bangsa," ungkap Arief.  

Penyuluh Pajak Eka Ardi Handoko memperkenalkan program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani), yang melibatkan mahasiswa untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan perpajakan. Pada 2026, program ini mengalokasikan 9.265 relawan di seluruh Indonesia, dengan 211 relawan ditempatkan di Kanwil DJP Jakarta Timur untuk didistribusikan ke sembilan unit kerja, yaitu KPP Madya, KPP Madya Dua, dan tujuh KPP Pratama. Tugas relawan meliputi pendampingan pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui Coretax, pembinaan pelaku UMKM melalui Business Development Services (BDS), dukungan layanan helpdesk dan kelas pajak, serta penyebarluasan edukasi publik, termasuk lewat media sosial dengan tagar #Renjanimengabdi.  

"Kehadiran Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) merupakan wujud kolaborasi nyata antara DJP dan generasi muda dalam memperluas jangkauan literasi perpajakan. Terlebih dengan implementasi sistem Coretax, peran aktif para relawan di Tax Center dan unit kerja menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat serta pelaku UMKM menjalankan kewajiban perpajakannya dengan mudah, nyaman, dan tepat waktu," tutur Eka.  

Melalui kegiatan ini, Kanwil DJP Jakarta Timur berharap mahasiswa tidak hanya memahami pajak secara konseptual, tetapi juga tumbuh menjadi generasi sadar pajak yang menjadi teladan kepatuhan, sejalan dengan visi "Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh"