Jakarta, 3 September 2026 — Sebagai bagian dari gerakan edukasi akbar yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Timur bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kramat Jati menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur 2026 di SMP Negeri 99 Jakarta pada Kamis (03/09).
Pajak Bertutur merupakan inisiatif tahunan berskala nasional yang dilaksanakan serentak oleh seluruh unit kerja vertikal Direktorat Jenderal Pajak di seluruh penjuru Indonesia. Mengusung tema "Pajak Kita, Energi Generasi Juara" dan tagline "Sehari Mengenal, Selamanya Bangga", kegiatan ini serentak menyapa ribuan pelajar dari Sabang sampai Merauke guna menanamkan pemahaman fungsi vital pajak serta membentuk karakter bela negara sejak dini.
Rangkaian acara yang dipandu oleh Kak Abrar dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan seremoni penyerahan plakat penghargaan, hingga sesi sapaan langsung secara daring (Zoom meeting) oleh Direktur Jenderal Pajak yang terhubung secara serentak dengan seluruh titik pelaksanaan Pajak Bertutur di tanah air. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi interaktif, sesi kuis edukatif, dan pembagian hadiah apresiasi.
Kepala SMP Negeri 99 Jakarta, Etty Indarti, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan jajaran DJP yang memilih SMPN 99 Jakarta sebagai salah satu titik pelaksanaan momentum nasional ini. Menurutnya, pengenalan pajak di bangku sekolah menengah merupakan fondasi krusial agar kesadaran berkontribusi melekat hingga siswa beranjak dewasa.
“Ini menunjukkan bahwa kesadaran pajak sudah dibangun dari awal. Anak-anak sudah dikenalkan dengan pajak, sehingga pajak ini akan melekat di hati anak-anak. Pada saat mereka nanti dewasa, berpenghasilan, dan terjun di masyarakat, mereka sudah sadar akan pajak,” tutur Etty Indarti.
Etty juga mengajak para murid mengamati langsung wujud pajak dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kenyamanan jalan yang dilalui ke sekolah hingga sarana fasilitas umum. “Sebenarnya pajak itu tidak hanya kita yang membayar, tetapi kita juga menikmati. Selama kalian sekolah, berjalan dari rumah ke sekolah, jalanan yang kita lalui rapi, bersih, rata, hingga penerangan jalan malam hari, itu semua dibiayai oleh pajak yang kita keluarkan,” jelasnya sembari berpesan agar para siswa memanfaatkan sesi dialog untuk bertanya secara kritis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJP Jakarta Timur, Eka Sila Kusna Jaya, menegaskan komitmen berkelanjutan otoritas pajak dalam membentuk pemahaman hak dan kewajiban bernegara sejak bangku sekolah secara masif di seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan tiap tahun secara serentak nasional sebagai bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa adik-adik kita sejak dini memahami bahwa di dalam berbangsa dan bernegara itu ada hak dan kewajiban pajak. Keberlangsungan negara ini tidak bisa berjalan tanpa kontribusi wajib pajak,” tegas Eka Sila Kusna Jaya.
Lebih lanjut, Eka memaparkan bahwa sektor perpajakan menopang sekitar 80 persen postur penerimaan negara yang manfaatnya bermuara langsung pada pembangunan jalan, penyediaan fasilitas kesehatan, pembiayaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga program sekolah gratis.
“Memang kalian masih lama untuk menjadi wajib pajak, tetapi persepsi positif harus kita bangun sejak usia dini. Melalui pemahaman awal, kita berharap saat mereka dewasa dan berpenghasilan, kesadaran itu sudah terbentuk secara alami. Sesuai semboyan ‘Mengenal Sehari, Selamanya Bangga’, rasa bangga itu lahir dari kontribusi nyata. Pada waktunya nanti ketika kalian berpenghasilan, kontribusi pajak kalianlah yang menopang tegaknya bangsa ini serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” imbuh Eka seraya memuji keberanian siswa SMPN 99 Jakarta yang kritis mengemukakan pandangan mereka.
Memasuki sesi inti pemaparan materi, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jakarta Timur, Kak Windy, membedah postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dengan pendekatan kontekstual dan analogi sederhana. Di hadapan siswa, dipaparkan proyeksi pendapatan negara 2026 sebesar Rp3.147,7 triliun dengan belanja Rp3.786,5 triliun, di mana penerimaan pajak menjadi tulang punggung utama dengan porsi 74,9 persen (sekitar Rp2.357,7 triliun). Dari penerimaan tersebut, alokasi sektor pendidikan mencapai Rp757,8 triliun untuk mendanai BOS, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Agar mudah dipahami, Kak Windy menganalogikan pajak layaknya iuran kas kelas.
“Biar teman-teman SMP nggak parno duluan sama kata 'pajak', kita bayangin uang kas kelas. Uang kas lima ribu perak ditarik bukan buat jajan ketua kelas, tapi beli spidol, sapu, dan bikin kelas nyaman. Nah, pajak itu uang kas raksasa se-Indonesia. Bedanya, di negara ini yang bayar sesuai kemampuan orang tuanya, tapi manfaatnya bisa dinikmati bareng-bareng oleh seluruh anak bangsa,” terang Kak Windy.
Ia juga menegaskan bahwa pajak bersentuhan langsung dengan pelajar: dari setiap Rp1 juta pajak yang dihimpun kas negara, alokasi terbesar yakni Rp200 ribu dialirkan langsung kembali ke dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, para siswa diajak menanamkan integritas moral dengan menolak mentalitas free rider (penumpang gelap).
“Fenomena free rider ini yang kita wanti-wanti ke teman-teman SMP sejak dini, seperti yang cuma mau 'nebeng nama' di tugas kelompok. Jangan sampai kelak pas sudah dewasa dan mampu, kita malah jadi penumpang gratisan yang hobi komplain jalan rusak tapi ogah bayar pajak. Generasi juara itu ikut dorong gerobak kemajuan bareng-bareng!” tegasnya.
Bagi pelajar yang belum berpenghasilan, wujud nyata bela negara dan kontribusi pembangunan dapat dilakukan dengan aksi nyata di lingkungan terdekat: merawat fasilitas kelas, giat menuntut ilmu, menjaga sarana umum, serta mengingatkan orang tua untuk taat melaporkan SPT Tahunan tepat waktu.
Sepanjang acara, aula SMPN 99 Jakarta dipenuhi atmosfer antusias dan interaktif. Semangat para siswa terlihat nyata dari banyaknya pertanyaan kritis saat sesi bedah APBN, kecepatan menjawab kuis interaktif, hingga kemeriahan memperebutkan hadiah perlombaan edukatif.
Melalui momentum Pajak Bertutur 2026 yang serempak bergaung di seluruh pelosok negeri, Kanwil DJP Jakarta Timur dan KPP Pratama Jakarta Kramat Jati optimistis benih kesadaran pajak yang disemai di SMPN 99 Jakarta akan tumbuh menjadi energi pendorong bagi terwujudnya generasi emas Indonesia yang berintegritas, cerdas, dan bangga berkontribusi bagi negeri.
- 3 views