Jakarta, 4 September 2026 – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan Pajak Bertutur 2026 secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 34 Kantor Wilayah DJP, 352 Kantor Pelayanan Pajak, serta 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).
Tahun ini, Pajak Bertutur diikuti 26.114 siswa dan mahasiswa dari 60 SD/sederajat, 198 SMP/sederajat, 247 SMA/sederajat, dan 24 perguruan tinggi. Pada acara puncak di Aula Chakti Budi Bhakti, Kantor Pusat DJP, hadir sekitar 270 siswa dan 30 guru pendamping dari sembilan SMP di Provinsi DKI Jakarta dan satu Sekolah Rakyat.
Puncak Pajak Bertutur 2026 dihadiri Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, jajaran Kementerian Keuangan dan DJP, serta perwakilan pemerintah daerah dari DKI Jakarta, Kota Malang, dan Kota Surakarta.
Mengusung tema “Pajak Kita: Energi Generasi Juara” dengan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, Pajak Bertutur merupakan upaya menanamkan kesadaran pajak sejak dini melalui dunia pendidikan. Kegiatan ini sekaligus mendukung Program Inklusi Kesadaran Pajak melalui kolaborasi DJP, institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Bimo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang berada di sejumlah daerah terdampak bencana dan masih dalam proses pemulihan. Sebanyak 671 peserta didik di wilayah kerja tujuh KPP dan tujuh KP2KP tetap mengikuti kegiatan secara daring maupun melalui fasilitas alternatif yang tersedia. Sejumlah peserta bahkan mengikuti kegiatan dari tenda dan fasilitas umum, termasuk masjid.
Bimo mengajak generasi muda melihat pajak tidak semata sebagai kewajiban, tetapi sebagai sumber daya bersama yang membuka kesempatan bagi masyarakat. Penerimaan pajak turut mendukung pendidikan, energi, infrastruktur, dan berbagai layanan publik yang menjadi fondasi bagi generasi muda untuk tumbuh dan berprestasi.
“Pajak adalah energi yang dikumpulkan bersama untuk menggerakkan roda kebangsaan Indonesia dan membuka lebih banyak kesempatan. Pajak membuka jalan bagi pendidikan, energi, dan pembangunan infrastruktur. Kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkembang dan menjadi sebuah prestasi. Sesuai tema kita hari ini, Pajak Kita: Energi Generasi Juara,” ujar Bimo.
Bimo menambahkan, generasi muda hari ini menikmati berbagai manfaat pembangunan yang antara lain dibiayai dari pajak yang dihimpun generasi sebelumnya. Pada waktunya, mereka akan melanjutkan estafet kontribusi tersebut untuk membangun masa depan Indonesia.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti mengatakan bahwa membangun kesadaran pajak sejak dini merupakan investasi jangka panjang. Generasi muda perlu memahami bukan hanya hak dan kewajiban perpajakan, tetapi juga makna kontribusi masyarakat bagi keberlanjutan pembangunan.
“Kesadaran pajak tidak dibangun ketika seseorang pertama kali menjadi wajib pajak. Nilai itu perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa membangun Indonesia membutuhkan kontribusi dan gotong royong kita bersama,” ujar Inge.
Melalui Pajak Bertutur 2026, DJP berharap pemahaman yang ditanamkan hari ini tumbuh menjadi kesadaran untuk berkontribusi pada masa depan. Sebab, generasi juara bukan hanya generasi yang mampu meraih prestasi, tetapi juga memahami arti kontribusi bagi negeri.
- 15 views