Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong menyelenggarakan siniar berseri bersama Universitas Muhammadiyah (UNAMIN) Sorong dengan tajuk "ObrolIn: Peran Tax Center dan Renjani" di studio Biro Humas dan Protokoler UNAMIN Sorong, Kota Sorong (Rabu, 26/8/2026).

Penyuluh pajak, Grahita Pradana, menjadi narasumber utama pada siniar ini ditemani oleh dua orang Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) yang berasal dari Tax Center UNAMIN Sorong.

Siniar ini membentuk kesadaran pajak bagi wajib pajak, terutama calon wajib pajak masa depan (future taxpayers) dalam bentuk kampanye perpajakan serta peran tambahan edukasi perpajakan yang inklusif di kalangan civitas akademika. 

Grahita membuka siniar dengan penjelasan bahwa tax center merupakan sebuah wadah atau lembaga yang dibentuk sebagai mitra sekaligus kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Pajak. Hal ini akan menjadi bukti nyata keterlibatan lembaga seperti kampus untuk terlibat dalam penguatan kepatuhan sukarela wajib pajak. 

Di wilayah kerja KPP Pratama Sorong, saat ini sebanyak lima tax center tersebar di 3 kabupaten/kota meliputi Universitas Muhammadiyah Sorong, Politeknik Saint Paul Sorong, Institut Agama Islam Negeri Sorong, Politeknik Negeri Fakfak, dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Teminabuan.

Di lain sisi, Renjani merupakan mahasiswa yang secara sukarela memberikan kontribusi waktu untuk menjalankan berbagai macam program kerja tax center. Mereka bekerja bersama kantor pajak untuk membantu peningkatan edukasi dan layanan perpajakan bagi wajib pajak. Tidak hanya dalam hal literasi perpajakan tetapi juga dalam kepengurusan administratif seperti pengisian formulir dan dokumen perpajakan. 

Andhina Nur Cahyana, sebagai Renjani, menyampaikan bahwa hal ini menambah pengalaman dan pembelajaran sebagai mahasiswa. Andhina juga dapat mempraktikkan secara langsung berbagai teori yang telah didapatkan selama kelas perkuliahan. 

"Berbagai kesempatan yang baik telah kami dapatkan, seperti melayani wajib pajak, mempelajari ilmu pajak lebih komprehensif, hingga memberikan edukasi pajak bagi masyarakat," jelasnya.

"Sebagai Renjani yang dituntut untuk terjun langsung ke lapangan, tentu memiliki tantangan yang tidak mudah. Kesibukan dalam perkuliahan, organisasi kemahasiswaan hingga tugas lain di kampus harus dapat diatur dengan baik agar program kerja tax center tetap berjalan dengan optimal," ucap Roihatul Mustafidah, Renjani Tax Center UNAMIN Sorong.

Para Renjani berharap bahwa wadah seperti tax center dapat terus berkembang dan dirawat dengan baik oleh kampus maupun Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sehingga mahasiswa yang memiliki minat perpajakan dapat menyalurkan dan mengembangkan ilmunya sesuai pada tempatnya.

Menutup siniar, Grahita menambahkan tentang rencana yang akan dilakukan untuk mempersiapkan tax center dan Renjani yang lebih unggul di masa mendatang. Penguatan kompetensi Renjani menjadi salah satu fokus utama KPP Pratama Sorong dalam menyiapkan relawan yang andal. 

"Kami akan membuat jadwal dan pelaksanaan pembekalan Renjani yang lebih intensif. Kami juga menyiapkan kelas pajak khusus untuk penguatan kompetensi perpajakan bagi relawan. Tentu, pendampingan ini akan secara masif dilakukan agar tax center tidak bekerja seorang diri melainkan bersinergi dengan baik bersama kantor pajak," tutupnya.

 

Pewarta: Wahyudi Darmawan Hardiansyah
Kontributor Foto: Wahyudi Darmawan Hardiansyah
Editor: Gayatri Indah Puspitorini

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.