Pekanbaru, 28 Juli 2026 – Sampai dengan 30 Juni 2026, Kanwil DJP Riau berhasil mengumpulkan penerimaan negara dari sektor pajak sebesar Rp8,62 triliun dengan capaian 38,89% dari target yang ditetapkan dalam KEP-17/PJ/2026 sebesar Rp22,16 triliun. Realisasi penerimaan pajak ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 23,80% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Kelompok pajak PPh memberikan kontribusi terbesar yaitu 53,07% (Rp4.575,34 M) dan tumbuh sebesar 53,11%. Pertumbuhan terbesar pada kelompok PPh berasal dari jenis PPh Pasal 25/29 Badan yang tumbuh 80,74% (dikontribusi oleh Sektor Industri Pengolahan sebesar Rp884,59 M atau tumbuh 144,5%) serta PPh Pasal 21 yang tumbuh 44,65% (dikontribusi oleh Sektor Pemerintah sebesar Rp152,38 M atau tumbuh 80,26%). 

Kelompok pajak PPN memberikan kontribusi sebesar 48,05% (Rp4.142,28 M) dengan pertumbuhan neto sebesar 16,65%. Pendorong utama PPN berasal dari PPN Dalam Negeri yang tumbuh 17,58% (Rp563,15 M), terutama disokong oleh Sektor Industri Pengolahan (tumbuh 294,66% atau Rp292,43 M) dan Sektor Perdagangan Besar (tumbuh 13,27% atau Rp191,03 M). Adapun Kelompok Pajak Lainnya mengalami kontraksi sebesar -131,97% akibat adanya Pemindahbukuan (PBK) dari deposit pajak ke kelompok jenis pajak lainnya.

Selanjutnya dari sisi kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, jumlah SPT Tahunan yang telah disampaikan oleh Wajib Pajak di wilayah Provinsi Riau sampai dengan 30 Juni 2026 adalah sebanyak 354.058 SPT dari target 441.768 SPT, atau mencapai tingkat realisasi sebesar 79,83%.

Menghadapi berbagai dinamika dan kondisi ekonomi yang terjadi di tahun 2026, Kantor Wilayah DJP Riau akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak seperti pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya serta yang paling utama wajib pajak sebagai stakeholder, instansi unit vertikal untuk menyelesaikan amanah yaitu mengumpulkan penerimaan negara dari sektor perpajakan di Provinsi Riau guna mendukung target penerimaan Nasional sebesar 20.349.256.161.000. 

Dokumentasi