Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta menghadirkan cara berbeda dalam mengajak masyarakat melaporkan SPT Tahunan. Melalui kampanye simpatik Ngabuburit Spectaxcular: Yuk! Lapor Pajak Pakai Coretax #KamiDampingiSampaiBerhasil”, layanan asistensi SPT dibuka pada Rabu (4/3) pukul 15.00–17.30 WIB. Melalui konsep “ngabuburit sambil lapor pajak”, KPP Pratama Surakarta memberikan pendampingan langsung kepada wajib pajak hingga berhasil menyampaikan SPT-nya. Kegiatan tidak hanya berfokus pada administrasi perpajakan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.

Kepala KPP Pratama Surakarta, Herry Wirawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diawali dengan kick-off kampanye Ngabuburit Spectaxcular oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di tingkat pusat. Menurutnya, pendekatan pelayanan perlu terus beradaptasi, termasuk dengan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menghadirkan layanan yang lebih fleksibel. Ia menegaskan bahwa pendampingan diberikan dengan satu kepastian: SPT sudah tersampaikan.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mitra dunia usaha. Mercure Hotel Surakarta menjadi salah satu lokasi yang mendapat prioritas layanan bagi para pegawainya. Kebijakan ini disambut antusias oleh para karyawan hotel. Susi Arya, Salah satu pegawai menyampaikan bahwa jadwal layanan sore hari sangat membantu mereka yang bekerja dengan sistem shift. “Biasanya kalau sudah selesai kerja, waktunya mepet atau sudah lelah. Dengan layanan sore ini, kami bisa langsung datang dan lapor SPT tanpa harus menunda lagi,” ujarnya.

Lokasi hotel yang berada tidak jauh dari kantor pajak juga menjadi pertimbangan utama dalam memilih mitra kegiatan. Kedekatan lokasi memungkinkan lebih banyak pegawai hotel datang langsung untuk mendapatkan pendampingan. Terlebih lagi, layanan yang diberikan bersifat all in one. Wajib pajak cukup datang ke satu loket untuk mendapatkan bantuan mulai dari aktivasi akun Coretax DJP, pembaruan data seperti nomor telepon atau alamat email, hingga proses pengisian dan pengiriman SPT selesai di tempat. Praktis, cepat, dan tuntas di satu meja.

Suasana kampanye pun terasa berbeda karena dilaksanakan menjelang waktu berbuka. Kegiatan Ngabuburit Spectaxcular dirancang sebagai program edukatif yang dikemas secara religius dan partisipatif dalam momentum bulan Ramadan. Setelah pendampingan pelaporan SPT, melalui rangkaian kegiatan Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan, KPP Pratama Surakarta juga mengundang anak-anak Yatim Mandiri Solo untuk berbuka puasa bersama, dilengkapi dengan tausiyah dan hiburan dongeng anak yang membuat suasana semakin hidup.

Pengelola panti asuhan, KH AM Mustain Nasoha, mengaku terharu terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, tetapi juga menunjukkan sisi lain dari pelayanan perpajakan kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana pajak juga kembali kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Ia menambahkan bahwa santunan yang diberikan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional serta pendidikan anak-anak yatim yang berada di bawah pengasuhan panti. Baginya, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk gotong royong untuk membantu sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan salat tarawih bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara pegawai, wajib pajak, dan masyarakat. Melalui kampanye “Ngabuburit Spectaxcular”, KPP Pratama Surakarta tidak hanya menghadirkan layanan perpajakan yang lebih dekat dan ramah, tetapi juga menunjukkan bahwa kepatuhan pajak dapat berjalan seiring dengan semangat berbagi di bulan Ramadan. Kombinasi pendekatan edukatif dan humanis ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih dekat, nyaman, dan bermanfaat bagi Wajib Pajak.

 

Pewarta: Gabriella Ekawati Karvadilasari
Kontributor Foto: Surya Adi Pamungkas
Editor: Waruno Suryohadi

*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.