Masih banyak masyarakat salah kaprah mengira bahwa yang bertanggungjawab dalam alokasi dan pendistribusian hasil penerimaan pajak adalah institusi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Oleh Hendrayana Surasantika, Juara I Lomba Artikel Pajak Nasional Direktorat Jenderal Pajak
...............ketika salah seorang warga Long Nawang yang bekerja sebagai TKI di Malaysia meninggal dunia, untuk membawanya kembali, pihak keluarga harus menggotong jenazahnya menembus hutan selama 2 hari.
Ada yang menarik bila kita mencermati beberapa iklan layanan masyarakat yang pernah dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Salah satu diantara iklan-iklan tersebut, mengangkat tema kemiskinan sebagai fokusnya. Dalam iklan itu, digambarkan warga miskin dengan tumpukan barang bekas sebagai latar belakangnya, juga tertulis salah satu slogan DJP, “pajak anda berantas kemiskinan Indonesia”.
Oleh Chandra Budi, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak
Berita di Kompas (30/1/2012 Halaman 8)) berjudul ”Untuk Apa Kami Bayar Pajak...” mengutip rasa kecewa pelaku usaha minimarket tentang maraknya aksi perampokan yang mengincar bisnis mereka. Himbauan untuk menempatkan petugas keamaman dan melengkapi karyawan dengan airsoft gun, disambut dengan pertanyaan : untuk apa kami bayar pajak selama ini?
Pertanyaan ini sederhana, namun sangat kritis. Dan, yang paling penting pertanyaan ini berada dalam benak seluruh rakyat, baik mereka yang telah membayar pajak ataupun mereka yang belum membayar pajak. Sebagai wujud dari tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas, maka Pemerintah berkewajiban menjelaskan kemana uang pajak yang telah dibayarkan tersebut dan untuk apa uang tersebut dipergunakan?
Oleh Jose Mayer Sinaga, Nominasi I Lomba Artikel Pajak Nasional Direktorat Jenderal Pajak
"Go to hell with your aid" pekik Soekarno kepada Duta Besar Amerika Serikat yang datang ke sebuah rapat umum di Jakarta pada 25 Maret 1964. Presiden Soekarno tidak ingin bantuan atau pinjaman ditunggangi dengan agenda politik AS. Padahal bantuan tersebut merupakan utang yang harus dibayar kembali dengan segala bunganya. Konteks yang menyulut pernyataan tersebut memang banyak dilatari situasi politik dan keamanan pada saat itu, bukan aspek ekonomi semata. Namun, semangatnya masih relevan sampai dengan hari ini yaitu spirit untuk berdikari sebagai bangsa, berdiri diatas kaki sendiri.
| 20.02.2012 s/d 26.02.2012 | ||
| USD | 1 | 9,029.00 |
| AUD | 1 | 9,654.18 |
| SGD | 1 | 7,147.32 |
| JPY | 100 | 11,531.02 |
| EUR | 1 | 11,822.37 |
| GBP | 1 | 14,179.26 |