Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, secara simbolis membuka helatan kampanye simpatik pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan tahun 2026 dalam Kick Off Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan (Jumat, 13/2).
Kick off yang bertajuk Kami Dampingi Sampai Berhasil ini dimeriahkan 500 Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani), 55 pembina tax center di wilayah Jabodetabek, dan ribuan Renjani secara daring.
Kampanye Ngabuburit Spectaxcular 2026
Inge Diana Rismawanti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), dalam laporan kegiatannya, menuturkan bahwa dalam kampanye ini, DJP memanfaatkan momentum bulan Ramadan sebagai ruang interaksi religius dan humanis antara petugas pajak dan wajib pajak.
“Sambil beribadah kita mengasistensi wajib pajak. Kita damping wajib pajak sampai selesai melakukan pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025 memanfaatkan Coretax DJP. Kami juga sangat terbantu dengan adanya Renjani yang membantu kami. Nanti, kita (petugas pajak dan Renjani) siap memberikan asistensi dan edukasi sambil ngabuburit menanti buka puasa,” ucap Inge.
Spectaxcular menjadi ajang kampanye ajakan lapor SPT Tahunan yang rutin digelar DJP sejak 2016. Seluruh kantor pajak serentak menggaungkan ajakan tersebut sekaligus membuka layanan asistensi lapor SPT dengan dukungan para Renjani. Tahun ini, Spectaxcular dikemas dengan konsep ngabuburit karena musim pelaporan SPT Tahunan bertepatan dengan bulan Ramadan.
Dalam acara yang juga diramaikan penampilan para Renjani dari berbagai tax center ini, hadir Ketua Ketua Umum Perkumpulan Tax Center dan Akademisi Pajak Seluruh Indonesia (Pertapsi), Darussalam.
“Tahun 2026 adalah pengalaman pertama antara petugas pajak dan wajib pajak dalam menghadapi era pelaporan SPT Tahunan dengan Coretax DJP. Harapan saya, Renjani mampu mendampingi wajib pajak melaporkan SPT Tahunan dengan Coretax sampai berhasil,” ucapnya.
Menurut penuturannya, pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan bersama. “Saya bilang beberapa kesempatan, DJP tidak bisa berdiri sendiri. Pajak itu tangggung jawab bersama masyarakat. Manfaat pajak akan kita rasakan bersama-sama,” ucap pria yang juga menjadi founder DDTC itu.
Bimo, dalam arahannya, menjelaskan bahwa bulan Ramadan hingga bulan April ini, akan ada lonjakan penyampaian SPT yang menjadi challenge bagi petugas pajak. “Ini mengingat batas lapor SPT Tahunan Orang Pribadi pada 31 Maret 2026 dan 30 April 2026 untuk batas lapor SPT Tahunan Badan. Kita paham bulan Ramadan ini mempersingkat waktu pelayanan, tetapi hal itu tidak mengurangi pelayanan prima kepada wajib pajak,” ucapnya.
Ia berpesan kepada Renjani, “Kami yakin adik-adik ini mampu jadi duta kami, yang mampu menjelaskan secara simple seputar kewajiban perpajakan dan manfaat pajak. Harapannya kolaborasi DJP dan Renjani menjadi kegiatan kolaborasi penuh integritas dan keimanan.”
Bimo menutup arahannya dengan ucapan terima kasih atas support terselenggaranya Spectaxcular 2026 oleh para mitra DJP. “Semoga ini, kampanye Spectaxcular, menjadi ajakan positif bagi masyarakat untuk segera melaporkan SPT Tahunannya dengan benar dan tepat. Semoga kampanye positif ini bisa masif disebarluaskan. Pajak Tumbuh Indonesia Tangguh!” pungkasnya.
| Pewarta: Mohamad Ari Purnomo Aji |
| Kontributor Foto: Tim Dokumentasi DJP |
| Editor: Yacob Yahya |
*)Konten yang terdapat pada halaman ini dapat disalin dan digunakan kembali untuk keperluan nonkomersial. Namun, kami berharap pengguna untuk mencantumkan sumber dari konten yang digunakan dengan cara menautkan kembali ke halaman asli. Semoga membantu.
- 16 views




