Tuesday, 1 May 2012 - 13:18

Oleh I Gede Putu Subagia, Kepala KP2KP Amlapura

Pada  awal pertengahan tahun 2010, tepatnya bulan Juli tahun 2010, kami di mutasi dari tugas sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Denpasar Barat  menjadi Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Amlapura, KPP Pratama Gianyar. Perasaan kami sebelum berangkat melaksanakan tugas baru sebagai Kepala KP2KP Amlapura, adalah  optimis akan dengan mudah dapat melaksanakan tugas, disebabkan karena kami  telah pernah diberikan tugas  sebagai Kepala KP2KP Maumere pada Maret 1997 sampai dengan Nopember 1999. Namun setelah kami mulai melaksanakan tugas di KP2KP Amlapura dan melakukan mapping atas tugas-tugas KP2KP Amlapura, kami merasa kaget karena tugas-tugas sebagai  Kepala KP2KP Amlapura sangat berbeda dengan tugas sebagai Kepala KP2KP sekitar 13 tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan tugas-tugas KP2KP seperti pelayanan Formulir Perpajakan, pelayanan  pemberian konsultasi, pelayanan pemberian NPWP,  pelayanan penerimaan SPT Masa, pelayanan penerimaan SPT Tahunan, pelayanan penerimaan SPOP PBB, pelayanan pemberian tunggakan PBB,  pelayanan penyuluhan langsung kepada Wajib Pajak, serta tugas-tugas lainnya, adalah merupakan tantangan baru yang di berikan oleh pimpinan.

Kami merasakan ada tantangan baru karena sebelumnya kami pada saat bertugas sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi kami di tantang hanya untuk berpikir bagaimana menggali potensi penerimaan, tanpa berpikir tentang sumber daya manusia pegawai, karena pegawai yang ditugaskan sebagai Account Representative (AR, selaku bawahan Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi) umumnya pegawai yang telah terdidik lulusan D3 STAN. Namun kebetulan teman-teman kami di KP2KP Amlapura semuanya dengan pengalaman kerja hampir selamanya hanya bertugas di KP2KP, tentu memiliki pola pikir yang berbeda dengan teman-teman pegawai yang telah pernah bertugas di KPP, Kantor Wilayah DJP dan kantor-kantor lainnya. Sehingga pada awal kami bertugas harus melakukan perubahan pola pikir teman-teman sekerja, dengan tujuan dapat mendukung kelancaran tugas-tugas yang kami lakukan. Setelah kami menyatukan pikiran dengan teman-teman sekerja seperti pegawai, satpam dan cleaning service, bersyukurlah tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan dapat kami selesaikan dengan baik walaupun belum sempurna.

Karena Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Amlapura merupakan wakil Direktorat Jenderal Pajak di Kabupaten Karangasem Propinsi Bali, tentunya Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan akan di ikut sertakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem dalam kegiatan-kegiatan di Kabupaten, seperti mengikuti sidang-sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, rapat-rapat dalam rangka perayaan hari-hari besar Nasional dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masalah perpajakan, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan.

Pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan Pemerintah Kabupaten mengharuskan kami bertemu dengan para pejabat setingkat eselon II, kami harus dapat menempatkan diri karena jabatan sebagai Kepala KP2KP hanya setingkat eselon IV . Tantangan setiap tahun yang harus dihadapi terutama pada saat kita mengadakan pekan panutan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi, dimana kami harus dapat mengadakan kegiatan agar Bapak Bupati dapat hadir bersama Bapak Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak dalam kegiatan tersebut, tentunya kami harus pandai-pandai melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah.

Disamping dengan Pemerintah Daerah Kabupaten , kami juga bekerjasama dengan organisasi seperti Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN), Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, Notaris dan Gapensi dalam rangka penyuluhan perpajakan. Dalam kegiatan keagamaan, kami juga mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karangasem dan kegiatan sembahyang yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Kabupaten Karangasem.

Untuk memberikan rasa nyaman dan daya tarik bagi Wajib Pajak yang datang ke Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Amlapura kami melakukan penataan ruangan tempat pelayanan terpadu dan halaman kantor.

Potensi penerimaan pajak di Daerah Kabupaten Karangasem terbesar bersumber dari pemotongan dan pemungutan oleh Bendaharawan. Sehingga untuk mengintensifkan pemotongan dan pemungutan oleh bendaharawan, dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan kepada Bendaharawan seperti Bendaharawan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bendaharawan Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Bendaharawan Pemerintah Daerah, Bendaharawan Taman Kanak-Kanak dan Bendaharawan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan terlebih dahulu melakukan Koordinasi dengan Pimpinan Instansi yang bersangkutan.

Dari uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa kita bekerja , kalau sudah niat kita bekerja dengan baik, walaupun harus dihadapkan dengan keterbatasan tetap akan mencapai tujuan dan hasil yang baik asalkan kita dapat mengoptimalkan segala potensi yang ada menjadi sinergi yang dahsyat.

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja.