Akademisi Sumatera Barat Dukung Gerakan Sadar Pajak

Peserta Sharing Session Inklusi Kesadaran Pajak Perguruan Tinggi Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi
Bahasa Indonesia

Acara Sharing Session Inklusi Kesadaran Pajak Perguruan Tinggi dengan Dosen MKWU di Wilayah Sumatera Barat dilaksanakan di Hotel Pangeran (Selasa, 17/4). Ini merupakan pertemuan yang ketiga kali dimana Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi menghadirkan kurang lebih 70 peserta dengan menggandeng 50 Perguruan Tinggi Swasta dan 2 Perguruan Tinggi Negeri di Provinsi Sumatera Barat.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, F.G. Sri Suratno. Ratno mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan Sharing Session bersama Dosen MKWU adalah untuk menyamakan persepsi tentang pajak bagi negara dan bagaimana pembelajaran kesadaran pajak dalam perkuliahan sehingga dapat terwujud generasi Emas Indonesia Cerdas dan Sadar Pajak.

Di awal acara Kepala Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Aim Nursalim Saleh, memberikan materi tentang overview perpajakan Indonesia. Aim menjelaskan tentang struktur pengelolaan APBN dan target perpajakan tahun 2018, serta bagaimana caranya agar kita semua dapat berkontribusi terhadap negara. Salah satu dukungan terbesar adalah kaum akademisi.   

Aim juga meminta dukungan para Dosen MKWU sekalian untuk membelajarkan kesadaran pajak ini kepada rekan-rekan dosen di perguruan tinggi serta kepada mahasiswa di kampus masing-masing. Salah satu contoh pembelajaran adalah dengan pembiasaan, misalnya menanyakan kepada mahasiswa berita seputar pajak pada setiap memulai perkuliahan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Fasilitator Inklusi Pajak Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Selamat Umar dan Nova Sari Yudistia, yang memberikan penjelasan secara garis besar tentang Inklusi Perpajakan dalam MKWU serta eksplorasi informasi dan fungsi dari microsite edukasi.pajak.go.id.

Penekanan pentingnya inklusi perpajakan juga disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah X, Prof. Dr. Herry, SE, MBA. Herry menyampaikan bahwa inklusi perpajakan merupakan tanggung jawab bersama para seluruh dosen. Karena nantinya para anak didik setelah lulus akan bekerja maupun berusaha dan menjadi seorang wajib pajak. Dosen adalah role-model bagi anak didik. Pesan yang disampaikan dosen akan lebih diingat dan menjadi memori tak terlupakan bagi para anak didik, sehingga kelak anak didik menjadi Generasi Emas Sadar Pajak yang akan merasa malu jika belum melaksanakan kewajiban perpajakan. Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasai Gerakan Nasional Sadar Pajak oleh para peserta. Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasai Gerakan Nasional Sadar Pajak oleh para peserta.