Skip to content

Kurs Pajak Minggu Ini


Posisi Anda: Home
Minyak US$80,9/Barel, Cadangan Fiskal Terancam PDF Cetak Email
Jumat, 23 Oktober 2009 08:09
Harga minyak dunia, kemarin/kembali melonjak setelah sempat turun dua hari terakhir. Minyak kembali diperdagangkan pada US$80,98 pet barel, bahkan sempat menyentuh US$81,37 per barel. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam setahun terakhir sejak 13 Oktober 2008. Pada Rabu (21/10), harga minyak dunia turun di kisaran USS76 per barel setelah sebe-lumnya berada pada kisaran US$79,6 per barel. Kecenderungan harga minyak yang terus naik tersebut menjadi ancaman serius bagi perekonomian Indonesia. Jika harga minyak terus bertengger di kisaran US$80 per barel, cadangan risiko fiskal di APBN 2010 sebesar Rp8,6 triliun tidak memadai lagi.

Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengatakan jika harga minyak dunia menembus US$90, harga BBM harus dinaikkan. "Kita akan nombokinkalau harga naik, karena subsidi pun naik."

Cadangan risiko fiskal pun, ia nilai tidak cukup menutup defisit. Emir menambahkanbahwa cadangan risiko fiskal tidak serta-merta digunakan karena kenaikan harga minyak dunia. "Masa kita tidak punya bantaian kalau terjadi apa-apa. Nggak bisa dipakai begitu saja cadangan risiko fiskal itu," ujarnya.

Dana cadangan risiko fiskal yang disiapkan dalam APBN 2010 hanya Rp8,6 triliun. Dana itu disediakan untuk mengatasi kemungkinan munculnya risiko fiskal selama 2010. Dana cadangan risiko fiskal tersebut masuk dalam pos belanja lain-lain yangtotalnya sebesar Rp28,63 triliun.

DPR memberi kewenangan (diskresi) kepada pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi jika rata-rata kenaikan, minyak mentah Indonesia (ICP) dalam satu tahun melebihi 10% dari harga yang diasumsikan APBN 2010.

Dalam APBN 2010 harga minyak diasumsikan US$65 per barel. Itu berarti pemerintah bisa menaikkan harga BBM bersubsidi jika rata-rata harga minyak Indonesia US$71 per ba-rel.

Sumber : Media Indonesia
 




Siaran Pers

Penyelenggaraan Pertemuan Institusi Perpajakan se-Asia Pasifik yang ke-39 di Bali pada tanggal 9-12 November 2009
Bali, 9 November 2009 – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, didampingi Direktur Jenderal Pajak, Mochamad Tjiptardjo, pada hari ini membuka pertemuan Institusi Perpajakan se-Asia Pasifik ke-39 yang diselenggarakan di Bali.
Download



Agenda Kegiatan DJP

Sosialisasi Di Radio
Direktorat Jenderal Pajak Mengadakan Acara Sosoalisasi Perpajakan Di Radio

Selengkapnya

Alamat Kantor Pelayanan Pajak





Online

Ada 107 tamu online

Jumlah Pengunjung [+/-]
Sampai Dengan Saat Ini
-----------------------------------> 1 341 482

Polling

Website DJP Pada SaatIni ?
 


Selamat Atas Pengangkatan Bapak
MOCHAMAD TJIPTARDJO

Sebagai
DIREKTUR JENDERAL PAJAK