|
Komisi Xl DPR kemarin meloloskan Boediono menjadi gubernur Bank Indonesia (BI). Selama memimpin bank sentral lima tahun ke depan, Boediono dilarang jadi boneka Amerika.
ANGGOTA Komisi XI, Rizal Djalil mengatakan, selama ini Boediono dianggap termasuk kelompok "Mafia Berkeley". Berbagai kebijakan yang ditelurkan Boediono ketika menjadi menko perekonomian dinilai lebih menguntungkan kepentingan neoliberal "Saya ingatkan Boediono jangan mau disetir Amerika, Bush, dan kepentingan asing lainnya ketika sudah jadi gubernur BI. Saya berharap di masa kepemimpinannya, BI menjadi lebih baik dan bisa ikut menggerakkan perekonomian," ujarnya. Politisi senior PAN ini pun mewanti-wanti agar Boediono jangan mau bila BI hendak dijadikan ATM partai politik. Sebab, menjelang 2009 parpol-parpol akan gencar bergerilya mengumpulkan dana untuk memenangkan pemilu Rizal memperkirakan, akan banyak parpol yang mendekati BI menjelang pemilu. "Pak Boediono harus menjaga netralitas dan independensi BI sebagai bank sentral Sekali saja, beliau salah langkah, maka yang dirugikan bangsa ini. Bisa hilang kepercayaan terhadap BI," kala Rizal mengingatkan Saat fit and proper test kemarin. Boediono nyaris mendapat dukungan sempurna dari Komisi XI untuk menduduki kursi gubernur BI periode 20O8-2013. Proses fit and proper test terhadap Boediono berlangsung selama enam jam. Setelah itu. Komisi Xl melakukan rapal internal untuk memutuskan apakah Boediono diterima atau tidak menjadi gubernur BI. Awalnya, dalam sidang yang dipimpin Awal Kusuma itu. Komisi Xl hendak menetapkan secara aklamasi Boediono sebagai gubernur BI baru pengganti Burhanuddin Abdullah. Namun karena ada keberatan dari anggota Komisi XI Dradjad H Wibowo, akhirnya keputusan diambil lewat voting. Hasilnya, 45 anggota menerima Boediono. Sedangkan, hanya Dradjad yang menolak. Dradjad mengungkapkan, ada dua alasan yang menyebabkan dirinya menolak Boediono. Pertama, ketidakcocokan kebijakan. Kedua, Boediono tak memberikan jawaban tuntas mengenai keterlibatannya dalam pengucuran BLBI."Saya tidak memperoleh klarifikasi yang tuntas mengenai keterkaitan beliau dalam BLBI. Pak Boed (maksudnya Boediono) hanya menjawab secara umum. Ketika saya tanya-tanya tanggal-tanggalnya,. beliau tidak menjawab karena keburu hujan interupsi." jelasnya. Dengan alasan itu, politisi usai PAN ini mengaku sulit menerima Boediono menjadi gubernur BI. "Saya agak sulit untuk menjadi bagian dan sejarah untuk menyetujui seseorang yang pernah membuat keputusan di masa lalu yang membuat kolega-koleganya masuk penjara, kenapa dia tidak masuk penjara Dalam fit dan proper test, Boediono sempat menjawab pertanyaan mengenai pengucuran dana BLBI dan Dia tak membantah keterlibatannya dalam pengucuran BLBI. Tetapi persoalan itu sudah dianggap masa lalu. 'Waktu BLBI dikeluarkan, situasi tengah gonjang-ganjing luar biasa, dimana di situ jelas keadaan yang sangat darurat sehingga butuh tindakan yang cepat dan tepat. Dan akhirnya diputuskan untuk memberikan dukungan likuiditas. Saya waktu itu bagian dari masa ini, saya tidak bisa bilang saya ndak punya kaitan sama sekali dengan BLBI. Itu tidak jujur namanya. Kalau boleh memilih tidak di situ, saya jauh lebih Senang," ujarnya. "Saya tidak pernah mengambil satu sen pun uang rakyat. Selama berkarir dan jika nanti selesai dari karir aktif saya bahkan sampai mati nanti, saya bisa memegang teguh prinsip ini," tambah Boediono Dia pun mengakui pernah beberapa kali dipanggil Kejaksaan Agung untuk memberikan keterangan mengenai pengucuran BLBI Tetapi hingga kini dia tak pernah ditetapkan sebagai tersangka "Saya harap bisa memegang teguh asas praduga tidak bersalah jangan saya yang harus membuktikan bahwa saya tidak bersalah. Saya mohon di klarifikasi apabila ada hal-hal terkait dengan saya menyangkut BLBI. Karena ini juga sangat mengusik saya dan keluarga saya." katanya. Pemerintah Gembira Istana menyambut gembira keputusan Komisi Xl DPR yang meloloskan Boediono menjadi gubernur BI. "Alhamdulillah, saya dapat kabar di tengah sidang kabinet kubu Pak Boediono didukung oleh 45 orang Ini berita yang baik," ujar Juru Bicara Kepresidenan. Andi Mallarangeng seusai rapat paripurna kabinet di gedung Setneg, kembali Andi mengatakan, presiden menilai Boediono merupakan calon terbaik saat ini untuk menduduki posisi gubernur BI, "(Boediono) the best lah baik untuk moneter dan fiskal."ungkapnya. Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengucapkan syukur atas diloloskannya Boediono menjadi gubernur BI periode 2008-2013. Kolega Boediono di tim ekonomi pemerintah, Sri Mulyani memuji keputusan Komisi Xl DPR yang meloloskan Boediono memimpin bank sentral "Itu keputusan yang bagus (Boediono) bisa memperbaiki kinerja BI," kata Menteri Keuangan ini Sumber : Rakyat Merdeka |