Video pantau potensi penerimaan pajak melalui LAPAN

Indonesia dengan wilayah yang luas memiliki potensi penerimaan negara dari sektor pajak yang besar. Namun tidak mudah untuk memetakan potensi penerimaan pajak di Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tersebut. Perlu adanya dukungan dari instansi pemerintah lainnya dengan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.

Karena itu Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sudah melakukan kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk melakukan penginderaan jarak jauh dengan menggunakan satelit mikro terhadap potensi pajak pertambangan perkebunan dan kelautan yang belum dapat dipantau secara langsung melalui perwakilan kantor Ditjen Pajak di seluruh Indonesia.

Teknologi yang digunakan oleh LAPAN adalah teknologi hasil karya anak bangsa yang pembiayaannya berasal dari pajak. Hal itu membuktikan jika penggunaan uang pajak dari masyarakat Indonesia sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara, tidak hanya untuk pembangunan namun dalam pengembangan teknologi antariksa dan kedirgantaraan.

Dalam pelaksanaan kerjasama tersebut, pihak LAPAN akan memberikan akses data baik itu data gambar beresolusi rendah, sedang, maupun tinggi agar dapat digunakan dengan maksimal oleh Ditjen Pajak untuk terus menggali potensi pajak yang ada di bumi pertiwi. Untuk pelaksanaannya, pihak LAPAN juga memberikan pelatihan teknis kepada pegawai pajak agar data-data yang diperoleh dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dianalisa sesuai dengan kebutuhan Ditjen Pajak.

Berikut video pantau potensi penerimaan pajak melalui penginderaan jarak jauh teknologi LAPAN: