Tak Perlu Takut Jika Dipanggil Satgas Penanganan Faktur Pajak

Maraknya pengemplangan pajak lewat faktur pajak fiktif telah membuat Ditjen Pajak membentuk Satgas Penanganan Faktur Pajak Yang tidak Berdasarkan Nilai Transaksi Yang Sebenarnya. Para Pengguna Faktur Pajak yang terindikasi tidak berdasarkan nilai transaksi yang sebenarnya akan dipanggil oleh satgas untuk dimintai klarifikasinya.

Oleh sebab itu jika Wajib Pajak merasa benar tidak perlu takut saat dipanggil oleh Satgas Penanganan Faktur Pajak karena satgas dibentuk untuk membangun kepatuhan bersama dalam melaksanakan kewajiban perpajakan kepada negara.

"Ini adalah sebuah proses untuk membangun kepatuhan bersama, kepatuhan para penjual, kepatuhan para pembeli dalam bertransaksi jual beli Barang Kena Pajak," kata Direktur Intelijen dan Penyidikan (Inteldik) Ditjen Pajak Yuli Kristiyono di ruang kerjanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta (17/7).

"Untuk wajib pajak yang dipanggil saya berharap silakan datang silakan kerjasama dengan baik, jangan pernah takut bahwa ini adalah proses pembinaan konsultasi dan pengawasan silakan bawa bukti-bukti atau dokumen yang mendasari transaksi yang sebenarnya sehingga rekan-rekan wajib pajak tidak dipersalahkan," himbau Yuli.

Semua pengguna faktur pajak tidak benar yang dipanggil satgas akan dihimbau untuk membetulkan SPT-nya dan menyetor kekurangan pajaknya. "Untuk wajib pajak yang tidak dipanggil dan merasa telah melakukan transaksi faktur pajak yang tidak benar ini mohon dilakukan perbaikan, mohon dilakukan pembetulan SPT-nya dan kalau memang ada kekurangan pajak silakan bayar," pinta Yuli.

Penegakan Hukum dengan cara pemindanaan untuk wajib pajak pengguna hanya dilakukan jika yang bersangkutan menggunakan berulang kali dan tidak menindaklanjuti hasil klarifikasi dengan satgas. Yuli berharap agar ke depan semua pihak harus hati-hati saat bertransaksi dan menggunakan faktur pajak yang sesuai dengan nilai transaksi yang sebenarnya.

"Ke depan agar kita hati-hati kalau bertransaksi bahwa antara penjual dan pembeli harus saling tahu, saling paham apa yang diperjualbelikan dan gunakan faktur sesuai yang sebenarnya," tutup Yuli.

 

Artikel Terkait :