Strategi persuasif menagih piutang wajib pajak orang asing

Tidak mudah menagih piutang pajak kepada wajib pajak Badan Usaha Tetap (BUT), badan asing, dan orang asing. Masing-masing wajib pajak ini punya keunikan sendiri. Karena itu, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Badan dan Orang Asing (Badora) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jakarta Khusus menyusun strategi sendiri dalam menagih piutang pajak.

"Kami di KPP Badora selalu mengedepankan dua hal dalam melakukan pekerjaan penagihan kami mempunyai suatu strategi," kata Kepala KPP Badora Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus, Neilmadrin Nur.

Kedua strategi tersebut yakni strategi persuasif dan penagihan aktif. Dalam menagih piutang pajak, awalnya, KPP Badora memulai segala sesuatunya dengan langkah persuasif terlebih dahulu. Apabila dengan persuasif bisa menyelesaikan pekerjaan atau menghasilkan pencairan daripada tunggakan wajib pajak, maka langkah penagihan aktif tidak perlu dilakukan.

"Akan berhenti di sana. Tapi apabila kami dapatkan beberapa wajib pajak kami memang harus melakukan penagihan aktif, sehingga kami mau tidak mau melakukan itu semuanya misal melakukan pencegahan," jelasnya.

Dalam melakukan penagihan, KPP Badora juga bekerjasama dengan Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus sebagai atasan dan kantor pusat Ditjen Pajak. KPP Badora selalu berkoordinasi dengan keduanya dalam melakukan tindakan pencegahan.

"Dan juga langkah lainnya dalam melaksanakan pekerjaan di bidang penagihan ini," ungkapnya.

Sebelum melakukan penagihan, KPP Badora terlebih dahulu melakukan profilling terhadap wajib pajak tersebut. Profilling tersebut menggunakan teknologi informasi baik dari data internal maupun eksternal melalui internet.

"Yang bisa kami manfaatkan untuk mengetahui secara rinci profile data dari wajib pajak yang akan lakukan penagihan secara aktif," ujarnya.