Strategi cegah orang asing kabur dari utang pajak

Untuk melakukan tindakan penagihan terhadap wajib pajak badan atau orang asing memang harus mempunyai strategi yang baik untuk bisa mencairkan piutang pajak. Termasuk tindakan penagihan aktif dengan cara pencegahan orang asing tersebut keluar dari Indonesia. Tindakan pencegahan ini merupakan salah satu strategi agar wajib pajak orang asing tidak kabur dari kewajibannya membayar utang.

"Pada waktu warga negara asing itu meninggalkan Indonesia, harus mendapatkan semacan clearing text yaitu surat keterangan bebas bahwa dia memang sudah tidak punya utang pajak di Indonesia," kata Kepala Seksi Penagihan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Badan dan Orang Asing (Badora), Agus Hernawanto Purnomo.

Sebenarnya hal tersebut merupakan keunikan tersendiri bagi KPP Badora. Wajib pajak yang mereka tangani menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan penagihan. Selain badan dan orang asing, KPP Badora juga melayani wajib pajak Bentuk Usaha Tetap (BUT).

Menurut Agus, wajib pajak mereka jarang sekali atau sama sekali yang tidak punya aset di Indonesia. Mereka biasanya menyewa secara temporary sehingga hal inilah yang menyulitkan petugas penagihan pada saat melakukan tindakan penagihan terhadap wajib pajak yang mempunyai tunggakan tersebut.

"Sehingga kita banyak sekali melakukan improvisasi bagaimana untuk menagih yang supaya wajib pajak itu bisa membayar dengan benar," jelasnya.

Karena permasalahan ketiadaan aset ini, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan kepada pimpinan untuk dibuatkan MoU sehingga pada waktu warga negara asing itu hendak pergi meninggalkan Indonesia, maka harus mendapatkan clearing text tersebut.

"Sehingga pada waktu sebelum dia meninggalkan Indonesia kita sudah berusaha menyelesaikan kewajiban perpajakan. Jangan sampai pada waktu dia meninggalkan Indonesia masih ada tagihan pajak," ungkapnya.