Satgas Penanganan Faktur Membuat Pengemplang Pajak Jera

Modus pengemplangan pajak lewat faktur pajak fiktif akan selalu ada selama masih ada oknum wajib pajak yang berperan penerbit faktur, perantara, dan pengguna faktur pajak fiktif. Untuk memberantas itu semua, Ditjen Pajak membentuk Satgas Penanganan Faktur Pajak Yang tidak Berdasarkan Nilai Transaksi Yang Sebenarnya untuk kejar dan membuat jera semua pemain faktur pajak fiktif, baik penerbit, perantara, dan pengguna faktur pajak fiktif.

"Saya berpendapat bahwa satgas ini tidak harus lama-lama. Saya berharap bahwa dalam satu tahun ini ada efek jera karena Penangananan secara masif itu," tegas Direktur Intelijen dan Penyidikan (Inteldik) Ditjen Pajak Yuli Kristiyono di ruang kerjanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta (17/7).

"Pesan yang kita sampaikan adalah kepada semua pemain di bisnis faktur ini apakah penerbit, pengguna, pengedar akan kita tangani," imbuh Yuli.

Dengan beroperasinya satgas ini diharapkan juga ada perbaikan sistem. "Harapannya sejalan dengan Penangananan ini juga ada perbaikan sistem, bisa ketahuan celah-celah mana yang bisa ditembus sehingga langsung diperbaiki," ujar Yuli

Satgas Penanganan Faktur akan beroperasi hingga paling lama tiga tahun ke depan. "Harapan saya saya bahwa faktur ini akan selesai dalam dua tiga tahun ke depan sehingga tidak butuh lagi satgas," cetus Yuli.

Melalui pembentukan satgas ini akan memberi pemahaman, transfer skill kepada Account Representative (AR) tentang kompetensi penyidik dalam mem-BAP, dalam mengklarifikasi, dalam mewawancarai wajib pajak. "Ada semacam transfer pemahaman, transfer skill kepada AR kompetensi penyidik dalam mem-BAP, dalam mengklarifikasi, dalam mewawancarai wajib pajak," jelas Yuli.

Yuli menyakini ke depan para AR dapat kerja mandiri dalam mengawasi wajib pajak tanpa harus didampingi oleh para penyidik dari Direktorat Inteldik Kantor Pusat Ditjen Pajak. "Saya yakin bisa ditangkap oleh teman-teman AR sehingga ke depan mereka sudah punya bahan pada saat harus kerja mandiri tanpa ada proses pendampingan," kata Yuli.

 

Artikel Terkait :