Penyuluhan, edukasi perpajakan kepada masyarakat

Menumbuhkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan penyuluhan. Penyuluhan yang dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sebagai bentuk upaya untuk mengedukasikan masyarakat atau membuat masyarakat tahu dan paham, patuh dan sadar dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

"Tugas kami kan menyiapkan konsep kebijakan terkait metode dan teknik melakukan penyuluhan," kata Kepala Seksi Dukungan Penyuluhan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Ditjen Pajak, I Putu Sudiana.

Dalam melakukan penyuluhan, perlu melalui sejumlah proses atau tahapan. Ada tiga hal yang harus disampaikan ke wajib pajak dalam penyuluhan, yakni apa yang mau disampaikan, siapa yang mau menyampaikan, dan bagaimana menyampaikan materi penyuluhan tersebut.

"Tugas saya memetakan bagaimana metode penyuluhan itu dilakukan. Itulah tugas dari seksi dukungan penyuluhan sedangkan yang lain ada seksi materi maupun seksi yang mengembangkan penyuluh pajak, tenaga penyuluh," ujarnya.

Secara umum, metode penyuluhan bisa dibagi menjadi dua, penyuluhan secara sederhana yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Metode langsung adalah metode tatap muka yaitu interaksi penyuluh pajak dengan wajib pajak. Sementara itu, metode tidak langsung menggunakan berbagai media, cetak, elektronik, online, maupun media lainnya, seperti media luar ruang.

Berdasarkan hasil kajian, evaluasi dan survei sebagai rapat tahun terakhir, 2011-2012, masyarakat membutuhkan penyuluhan langsung.

"Dalam hal ini kita create sebagai kelas pajak. Tempat lain menyebutkan sebagai klinik pajak atau forum pajak atau nama lain terlepas dari nama intinya adalah kegiatan penyuluhan dilakukan secara langsung tatap muka," jelasnya.