Pentingnya penyuluhan bagi perubahan sikap wajib pajak

Penyuluhan merupakan faktor penting dalam menimbulkan kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Apalagi penyuluhan tersebut bisa diterima secara efektif terhadap wajib pajak.

Dampaknya pun tak tanggung-tanggung yakni penerimaan negara akan semakin meningkat jika wajib pajak sadar akan kewajibannya membayar pajak.

"Penyuluhan itu sebenarnya dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang tujuan akhirnya sampai kepada sebuah perubahan sikap," kata Sanityas Jukti Prawatyani, Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Ditjen Pajak.

Penyuluhan pajak tentu adalah memberikan penjelasan mengenai pajak kepada masyarakat sehingga diharapkan masyarakat pada akhirnya menjadi masyarakat yang taat pajak.

"Akhir-akhir ini sebetulnya masyarakat lebih membutuhkan penyuluhan atau penjelasan yang sifatnya langsung," ujarnya.

Menurut Sanityas, ada banyak media yang bisa memberikan penjelasan tentang perpajakan. Namun media seperti media online, media massa televisi, radio, koran hanya menjelaskan secara garis besar. Masyarakat tentu membutuhkan informasi yang lebih detail lagi.

"Nah dalam hal inilah penyuluhan secara langsung kepada masyarakat diperlukan," ungkapnya.

Kalau masyarakat tidak paham dan mengerti tentang pajak, tentu akan sulit bagi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk mengharapkan wajib pajak mau melaksanakan kewajiban membayar pajak.

"Jadi dalam hal ini kenapa Ditjen Pajak merasa perlu untuk melakukan penyuluhan ini secara langsung ke masyarakat disamping jenis-jenis atau saluran-saluran media lain yang digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai perpajakan kepada masyarakat," jelasnya.