Dalam rangka memberikan apresiasi kepada Ibu-Ibu dan Wanita di Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggelar acara peringatan Hari Ibu di Auditorium Cakti Budi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, 22 Desember 2011.
Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember adalah merupakan peringatan Kongres Pertama Perempuan Indonesia di tahun 1928. Ketika itu, perempuan Indonesia dengan tekad yang kuat, ikut memperjuangkan kemerdekaan seperti halnya kaum laki-laki. Kaum perempuan Indonesia menunjukkan peran dan semangat perjuangan yang tidak kalah dengan kaum laki-laki. Melalui perjuangan ini, perempuan Indonesia menemukan jati dirinya dalam memerjuangkan persamaan hak yang sering dikenal dengan emansipasi wanita.
Acara ini dihadiri oleh seluruh karyawati DJP, Keluarga Besar Istri Pegawai (KBIP) DJP, dan para undangan. Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat eselon II di lingkungan Kantor Pusat DJP dan Kantor Wilayah DJP di Jakarta. Acara dibuka oleh Temi Utami, Kepala Subdirektorat Pelayanan Perpajakan DJP, selaku ketua panitia, dan menjelaskan bahwa acara tersebut adalah salah satu bentuk apresiasi DJP kepada ibu-ibu dan wanita Indonesia.
Selanjutnya, Dedi Rudaedi selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP menjelaskan mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan di Indonesia dan betapa target penerimaan pajak selalu meningkat dari tahun ke tahun, sehingga membutuhkan kerjasama yang baik antara karyawati DJP dengan karyawan DJP, maupun antara istri pegawai DJP dengan suaminya guna memberikan hasil yang optimal dalam penerimaan pajak.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Andhyka Sedyawan, seorang motivator kesehatan, memberikan ceramah kesehatan mengenai “Stroke dan Serangan Jantung pada Wanita”. Pada intinya sang motivator menyarankan bahwa pola hidup sehat diimbangi dengan kehidupan spiritual yang baik akan membantu seorang wanita untuk hidup lebih lama dan terhindar dari penyakit seperti stroke dan serangan jantung.
Acara ditutup dengan peragaan busana oleh karyawati DJP yang memeragakan busana batik. Hampir seluruh karyawati dan karyawan DJP sangat antusias mengikuti acara peragaan busana ini, sekaligus membuktikan bahwa pegawai DJP memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya sebagai pegawai negeri sipil, namun juga apresiasi yang tinggi terhadap seni dan estetika.
Dengan adanya acara tersebut, diharapkan dapat membangun pribadi seorang wanita yang lebih baik, sehat, dan produktif sehingga mampu mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya pajak, khususnya melalui kehidupan berkeluarga.
