Jumat, 6 Juli 2012 - 13:13

Untuk kembali mengingatkan masyarakat Wajib Pajak mengenai kegiatan Sensus Pajak Nasional (SPN), Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I mengadakan re-launching SPN tahun 2012 pada tanggal 11 Juni 2012 bertempat di aula Kanwil DJP Jatim I. Berdasar pengalaman pelaksanaan SPN 2011 yang berjalan kurang efektif karena kurangnya persiapan, sempitnya waktu pelaksanaan dan kurangnya koordinasi dengan pejabat daerah setempat, untuk re-launching kali ini Kanwil DJP Jawa Timur I menggandeng Walikota Surabaya Tri Risma Harini beserta jajaran pimpinan daerah (para camat dan lurah) diwilayah kota Surabaya.

Ini salah satu alasan mengapa perlu mengundang Walikota beserta pimpinan daerah karena mereka yang lebih menguasai karakter penduduk diwilayah masing-masing. Warga juga akan lebih terbuka menerima petugas pajak apabila ada pendampingan dari petugasi kelurahan. Diharapkan petugas pajak pro aktif menjalin kerjasama dengan petugas kelurahan diwilayah kerjanya sebelum mendatangi penduduk yang akan disensus.

Dalam sambutannya Kepala Kanwil (Kakanwil) DJP Jawa Timur I  Suharno menyampaikan beberapa hal, pertama memperkenalkan para Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) kepada Walikota beserta jajarannya serta meminta apabila ada Wajib Pajak (WP) di wilayah kerja para camat dan lurah ada masalah perpajakan bisa menghubungi Kepala KPP atau petugas pajak setempat. Selain itu Kakanwil juga  menghimbau kepada para camat dan lurah agar berperan serta dalam mensosialisasikan program Sensus Pajak Nasional kepada warga diwilayah kerja masing-masing. Untuk mendukung program sosialisasi Sensus Pajak Nasional oleh para camat dan lurah, bidang P2Humas Kanwil DJP Jatim I memberikan leaflet, brosur mengenai Sensus Pajak Nasional dan souvenir

Sosialisasi kepada warga bisa disisipkan dalam rapat atau kegiatan yang diadakan kecamatan atau kelurahan. Tidak harus khusus mengadakan acara sosialisasi mengenai SPN. Tapi apabila para camat dan lurah menghendaki, bisa mengajukan sosialisasi permohonan ke bidang P2Humas atau KPP setempat  baik mengenai Sensus Pajak ataupun sosialisasi perpajakan lainnya.

Walikota sangat antusias dengan program SPN ini, dalam sambutannya walikota menyampaikan bahwa apabila program penerimaan pajak berjalan lancar maka program pembangunan secara nasional juga akan lancar. Beliau menganalogikan dengan keberhasilan program pendaerahan PBB di Kota Surabaya, dimana sekarang program pembangunan di wilayah kota Surabaya semakin lancar dan efektif setelah PBB dikelola sendiri oleh daerah.

Untuk menghibur peserta sosialisasi didatangkan kelompok komedi tradisional yang cukup terkenal diwilayah Jawa Timur yaitu grup Becak. Kelompok kesenian ini menampilkan lawakan ala Opera Van Java yang sedang populer di televisi. Mereka berhasil mengocok perut penonton dimana dalam materi lawakan mereka menyisipkan tentang sensus Pajak Nasional.

Tidak ketinggalan diadakan jumpa pers dengan wartawan dari berbagai media cetak maupun elektronik oleh Kakanwil DJP Jatim I. Dalam jumpa persnya Kakanwil menyampaikan perihal program Sensus Pajak Nasional 2012. Diharapkan Sunses Pajak 2012 lebih sukses dibanding 2011, karena masyarakat sudah familiar dengan kegiatan SPN. Apabila tahun sebelumnya prioritas utama sasaran SPN adalah sentral bisnis untuk tahun ini apabila sentral bisnis diwilayah KPP sudah tersensus semuanya, bisa dilanjutkan ke kawasan pemukiman penduduk. Tujuan diadakannya SPN adalah untuk memperluas basis pajak dengan penambahan jumlah Wajib Pajak terdaftar, peningkatan penerimaan pajak, Peningkatan jumlah penerimaan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan PPh (Pajak Penghasilan) dan  Pemutakhiran data Wajib Pajak. Dalam kegiatan SPN, petugas pajak akan melakukan pendataan kepemilikan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), menerima konsultasi masalah  perpajakan dan Sosialisasi hak dan kewajiban Wajib Pajak.