Jumat, 22 Juni 2012 - 10:24

“Kami seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak berkomitmen untuk melakukan perubahan, tapi Kami tak bisa melakukannya sendiri tanpa dukungan dari Anda semua,” papar  Ichwan Fachruddin di depan perwakilan Wajib Pajak Besar dan Importir dalam acara Value Gathering di Ballroom Hotel Menara Peninsula pada hari Senin 18 Juni 2012 lalu. Paparan Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Barat itu sebenarnya merupakan inti dari acara Value Gathering hari itu. Di hadapan perwakilan Wajib Pajak, Ichwan Fachruddin menjelaskan bahwa agenda reformasi birokrasi Kementerian Keuangan, khususnya DJP, menunjukkan hasil yang positif.

Buktinya hasil dari Survey Integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2011, dari 7 instansi vertikal yang dinilai, Kementerian Keuangan menempati posisi teratas dengan nilai 7,56 dengan jumlah responden sebanyak 1.980. Sementara itu dari 15 unit layanan vertikal yang dilakukan penilaian,  Direktorat Jenderal Pajak menempati urutan ke-2 dari segi Pelayanan Penyelesaian Permohonan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dengan nilai 7,65.

Namun proses reformasi itu akan terus berlanjut tentu saja. Nilai-nilai Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan tidak akan terhenti dengan hasil positif itu saja. Dalam cetak biru Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) DJP sampai dengan tahun 2018 masih ada empat tahap yang akan diupayakan terwujud, lanjut Ichwan Fachruddin. Tahap 1 (2011-2012) sasarannya adalah membangun budaya kinerja dan mengembangkan kepemimpinan prima. Tahap II (2013-2014) mengembangkan kompetensi pegawai dan membangun sistem informasi MSDM yang handal. Semenatara tahap III dan IV yang berakhir di tahun 2018 adalah: mengembangkan perencanaan SDM dan implementasi manajemen karir pegawai dan terakhir: membangun budaya penghargaan sebagai basis pengembangan manajemen talenta. Jadi masih banyak pekerjaan rumah di DJP ke depan.

Sementara dalam kesempatan berikutnya Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok, Iyan Rubiyanto dalam sambutannya menjelaskan betapa sinergi yang telah tercipta antara DJP dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah membawa manfaat yang besar. Sinergi yang tercipta itu memungkinkan pertukaran data yang menguntungkan kedua belah pihak. Pengiriman data elektronik melalui “CT Portal” (Portal DJBC-DJP) telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 428/KMK.03/2010, sehingga data dari DJBC seperti Permohonan Impor Barang (PIB) dikirim ke DJP, sebaliknya dari DJP mengirimkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) maupun Surat Pemberitahuan (SPT) yang dilaporkan Wajib Pajak. Tahun depan rencananya data-data yang diperoleh dari DJBC akan disebarkan DJP ke Kanwil/KPP seluruh Indonesia, sehingga bisa dimanfaatkan  bagi pihak yang berkepentingan.

Acara Value Gathering ini memang terwujud berkat kerjasama antara Kanwil DJP Jakarta Barat dan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Tepat pukul 09.00 WIB acara dimulai. Terlihat tamu undangan yang hadir dari perwakilan Wajib Pajak besar dan importir, perwakilan Tax Center, pemda, dan dari KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok sendiri. Value Gathering adalah sebuah konsep sosialisasi tentang pajak kepada masyarakat, dalam hal ini Wajib Pajak, yang cukup menarik dan tidak berkesan sebagai sebuah propaganda, karena disisipi dengan pagelaran seni yang cukup aktraktif.

Ketika irama musik dari daerah Sumatera Barat nan dinamis dan menghentak  mengiringi para penari Kanwil DJP Jakarta Barat memasuki ruangan, para peserta disuguhi sebuah kalaborasi seni tari yang apik dan harmonis. Ada makna simbolis di sana. Sebuah pesan disampaikan, bagaimana sinergi antara DJP dan DJBC telah tercipta. Sinergi itu akan terus berlanjut menjadi kerjasama yang saling menguntungkan.