Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat II menyelenggarakan Tax Gathering Wajib Pajak (WP) Besar di Puri Begawan Grand Ballroom, Bogor, Senin, 9 Juli 2012 lalu. Acara yang turut dihadiri oleh Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) ini diselenggarakan dalam rangka untuk membina dan mempererat hubungan antara DJP dengan WP besar yang terdaftar di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok, KPP Pratama Bogor, KPP Pratama Cileungsi, KPP Pratama Cibinong, dan KPP Pratama Ciawi. Acara ini dijadikan ajang oleh Kanwil DJP Jawa Barat II untuk memberikan penghargaan kepada WP yang telah memberikan kontribusi penerimaan terbesar kepada KPP yang disebutkan di atas untuk Tahun Pajak 2011. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi DJP kepada para WP yang sudah memenuhi kewajiban perpajakannya dengan benar sesuai dengan peraturan perpajakan. Dengan adanya penghargaan tersebut diharapkan para WP terpacu untuk konsisten mematuhi kewajiban perpajakannya sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara. Pajak yang terkumpul tersebut akan kembali lagi kepada masyarakat berupa pembangunan nasional serta untuk mencapai kesejahteraan umum dengan cara pemberian subsidi, jaminan kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah, dan membiayai kepentingan umum lainnya. Tax Gathering WP Besar kali ini dihadiri oleh sekitar 300 undangan yang terdiri dari 30 WP Besar dari setiap KPP, Perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor, serta Perwakilan dari bidang akademisi yaitu Rektor Universitas Indonesia, Rektor Institut Pertanian Bogor, dan Rektor Universitas Pakuan.
Kegiatan Tax Gathering WP Besar dibuka dengan pagelaran tarian Rampak Gendang oleh penari tradisional. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Tax Gathering Dwi Astuti mengatakan kegiatan Tax Gathering yang dilakukan oleh Kanwil DJP Jawa Barat II ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya, sekaligus yang terakhir. Kegiatan pertama dilakukan di Bekasi pada tahun lalu dengan mengundang Wajib Pajak besar di KPP Madya Bekasi, KPP Pratama Bekasi Selatan, KPP Pratama Bekasi Utara, KPP Pratama Cibitung, KPP Pratama Cikarang Utara, dan KPP Pratama Cikarang Selatan. Kegiatan yang kedua dilakukan di Cirebon yang dilakukan pada akhir April 2012 dengan mengundang Wajib Pajak besar di KPP Pratama Cirebon, KPP Pratama Kuningan, dan KPP Pratama Indramayu. Tax Gathering ketiga dilakukan di Purwakarta yang mengundang WP Besar di KPP Pratama Karawang Utara, KPP Pratama Karawang Selatan, dan KPP Pratama Subang. Kemudian dalam Paparannya, Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II Angin Prayitno Aji mengungkapkan bahwa Kanwil DJP Jawa Barat II mendapatkan alokasi menghimpun pajak sebesar 25,8 trilyun atau sebesar 3.03% dari target penerimaan pajak nasional. Sampai tanggal 9 Juli 2012, capaian penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Barat II sebesar 12,64 trilyun atau sebesar 49,03% dari target yang ditetapkan, sedangkan kontribusi KPP di wilayah kerja Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok terhadap penerimaan Kanwil DJP Jawa Barat II berdasarkan realisasi penerimaan pajak tahun 2011 adalah 17,78%. Beliau menyatakan bahwa Tax Gathering ini merupakan bukti nyata bahwa Direktorat Jenderal Pajak berbenah diri, transparan, dan akuntabel.
Dalam acara puncak perhelatanTax Gathering Kanwil DJP Jawa Barat II, Direktur P2 Humas didampingi Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II memberikan piagam penghargaan kepada WP Badan dan WP Orang Pribadi masing-masing KPP Pratama yang telah memberikan kontribusi penerimaan pajak terbesar. WP yang diberikan penghargaan adalah PT. Sanyo Jaya Components Indonesia dan Wahyu Bunawan dari KPP Pratama Depok, PT. Indocement Tunggal Perkasa dan Holcim Indonesia Tbk dari KPP Pratama Cileungsi, PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Simarba Atong dari KPP Pratama Bogor, Bank Pembangunan Jawa Barat & Banten dan Sekretariat Daerah Kabupaten Cibinong dari KPP Pratama Cibinong serta PT Aneka Tambang (Persero) Unit Pertambangan Emas Pongkor dan Tony Sumampau dari KPP Pratama Ciawi. Acara dilanjutkan dengan penyampaian beberapa testimoni dari pimpinan perusahaan yang termasuk sebagai WP Besar di KPP Pratama Pratama Depok, KPP Pratama Bogor, KPP Pratama Cileungsi, KPP Pratama Cibinong, dan KPP Pratama Ciawi mengenai pelayanan dan reformasi birokrasi yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Dalam paparan yang berjudul “Komitmen DJP Untuk Mencapai Target Penerimaan Pajak”, Direktur P2 Humas, Dedi Rudaedi mengungkapkan masalah yang dihadapi DJP saat ini adalah rendahnya kepatuhan masyarakat dan adanya kasus-kasus yang menimpa DJP yang dilakukan oleh sebagian oknum sehingga menyebabkan potensi penerimaan pajak terganggu. Walaupun banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi, namun DJP tidak putus asa dan tidak pernah menyerah. DJP berkomitmen untuk meneruskan proses reformasi DJP yang sudah berjalan dan ini harus diketahui oleh para stakeholder DJP termasuk para Wajib Pajak. Dedi Rudaedi menjelaskan bahwa DJP sebagai sebagai salah satu dari direktorat jenderal yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan senantiasa menanamkan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan kepada pegawai-pegawainya. Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dimaksud adalah Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Beliau juga menyampaikan bahwa target Penerimaan Pajak secara nasional tahun 2012 adalah 885.02 trilyun, sedangkan Kanwil DJP Jawa Barat II mendapatkan alokasi sebesar 25,8 trilyun atau sebesar 3.03% dari target penerimaan pajak nasional. Sampai tanggal 5 Juli 2012, capaian penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Barat II sebesar 12,53 trilyun atau sebesar 48,52% dari target yang ditetapkan. Untuk merealisasikan penerimaan tersebut beliau mengajak para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan terhadap pencapaian visi dan misi DJP khususnya dalam pencapaian penerimaan pajak dan mendukung setiap upaya DJP dalam melaksanakan reformasi birokrasi DJP serta penerapan budaya baru DJP.
Harapan diselenggarakannya Tax Gathering ini adalah agar Wajib Pajak dan Pimpinan Pemerintah Daerah memahami bahwa tugas yang diamanahkan kepada DJP dalam menghimpun penerimaan negara dari pajak sangat berat sehingga diperlukan adanya dukungan dan sinergi dari para stakeholder untuk mencapai target penerimaan pajak antara lain dengan melakukan pertukaran data dalam rangka intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan, Wajib Pajak semakin taat dan patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku sehingga mendorong peningkatan penerimaan pajak, dan terjalinnya hubungan baik antara DJP dan Wajib Pajak.

