Sinergi Adalah Kunci Kanwil DJP Aceh Untuk Menyukseskan Penerimaan Pajak 1000 Triliun

SINERGI merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam berbagai jargon, visi dan misi ataupun semboyan yang merupakan konsep yang sering kita temukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Modal dasar dari sinergi adalah keragaman, bukan keseragaman. Perbedaanlah yang bisa membuat sinergi. Hal ini dapat dianalogikan pada sebuah tim sepakbola. Keinginan semua pemain adalah memasukkan bola ke gawang lawan. Jika tim tersebut tidak bersinergi, maka semua pemain akan ingin menjadi striker. Contoh tim sepak bola nasional Brazil, yang memiliki falsafah “pertahanan terbaik adalah menyerang” pun, masih memiliki penjaga gawang, bek, dan gelandang. Oleh karena perbedaanlah, sebuah tim atau sistem bisa kuat , sebab satu dengan yang lain bisa saling mengisi.

Dalam banyak kasus, perbedaan lah yang sebenarnya akan membuat sistem keluarga menjadi lebih kuat, karena satu dengan yang lain akan saling mengisi. Pada ilmu Manajemen Resiko, hal ini kerap disebut dengan manajemen portofolio. Di saat yang satu lemah, yang lain mendukung. Di saat yang satu menyelesaikan masalah dengan analitik, yang lain lebih bersikap intuitif. Saat yang satu marah, yang lainnya mendengarkan dan seterusnya.

Tepat seperti yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yang berkeinginan untuk menyatukan nilai-nilai Kementerian Keuangan yaitu melalui IPSPK (Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan  Kesempurnaan). Hal-hal inilah yang selalu didengung-dengungkan dan di tanamkan pada jajaran pegawai Kementerian Keuangan dan sangat terasa di kalangan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) termasuk didalamnya Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Aceh.

Belum lama ini Kanwil DJP Aceh telah mengadakan ICV (Internalisasi Corporate Value) “Values Gathering” , tepatnya pada hari selasa tanggal 12 Juni 2012 di Aula Gedung Keuangan Negara di Banda Aceh yang di pimpin langsung oleh Mukhtar selaku Kepala Kanwil (Kakanwil) DJP Aceh.

Acaranya tentu saja luar biasa, karena menggunakan konsep baru yang mensyaratkan kehadiran pihak eksternal. Acara ini dihadiri oleh kalangan Wajib Pajak Besar, para stakeholder atau pemangku kepentingan di jajaran pemerintahan Propinsi Aceh diantaranya Gubernur, Kapolda, Pangdam IM, DPRA Aceh, Kejaksaan, Ketua Kadin, Cendekiawan yang dihadiri oleh Rektor, Alim Ulama, Dirut Bank Aceh, Bank Indonesia, Dirut BPD Aceh, BUMN dan banyak lainnya.

Dalam kesempatan ini tidak lupa Kakanwil DJP Aceh menerangkan pula bahwa di DJP sekarang ini ada salah satu pengawasan Intern yang baru bernama “Whistleblowing System” yaitu suatu system yang mengelola pengaduan/penyingkapan mengenai perilaku melawan hukum, perbuatan tidak etis/tidak semestinya secara rahasia yang digunakan untuk mengoptimalkan peran serta karyawan DJP sendiri dalam mengungkap pelanggaran yang terjadi di lingkungan DJP.

Hasilnya tentu saja luar biasa. Kedepan Kakanwil DJP Aceh berharap acara ini dapat berfungsi sebagai benang pengikat antara DJP Aceh dan para stakeholder dalam acara tersebut. Selain itu, kepada para stakeholder diminta juga beberapa perwakilan untuk menyampaikan pendapat ataupun pandangannya dan masukannya yang mendapatkan respon yang sangat baik, salah satunya tanggapan dari Kapolda Aceh Irjen Polisi Iskandar Hasan yang mengatakan: ”…banyak investor yang bertanya kepada saya dan yang pertama ditanyakan adalah bagaimana kondisi  keamanan di Aceh sekarang, saya jawab bahwa saya dan Bapak Pangdam menjamin keamanannya untuk ber-investasi di Aceh, karena menurut saya keamanan merupakan kunci utama dalam iklim ber-investasi jadi saya harapkan adanya jaminan keamanan tersebut dapat mendongkrak investasi  yang tentunya akan meningkatkan penerimaan pajak khususunya di Aceh sehingga target penerimaan pajak di Aceh dapat tercapai dan kami dukung sepenuhnya sesuai dengan MOU antara Kanwil DJP Aceh dengan Kepolisian Aceh ”.

Berbagai acara maupun program yang diadakan oleh Kementerian Keuangan khususnya Kanwil DJP Aceh pada intinya hanya satu yaitu mengamankan penerimaan negara dari sektor pajak dengan meminta dukungan kepada masyarakat agar setiap program yang diadakan mendapat dukungan sepenuhnya. Salah satu contohnya program Sensus Perpajakan Nasional, sebagai komitmen DJP untuk mencapai target penerimaan pajak 1.000 triliun. SINERGI…!!!