Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan sangat dinanti oleh kaum muslim di seluruh dunia. Sebagian besar umat Islam berbondong-bondong memperbanyak amal ibadah. Di bulan ramadhan ini pula kaum muslim diwajibkan untuk berpuasa dan membayar zakat. Banyak manfaat yang diambil dari berpuasa dan membayar zakat. Salah satunya yaitu membangun empati dan kepedulian kita kepada sesama.
Pada hari Rabu tanggal 8 Agustus 2012 bertempat di Masjid Al-Falah Kompleks Madrasan Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang, digelar rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Malang Selatan dan didukung oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III dengan mengangkat tema Pajak dan Zakat. Ditilik dari makna dan tujuan keduanya memiliki kesamaan. Pajak dipungut secara langsung oleh pemerintah sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Sedangkan zakat diserahkan oleh umat muslim untuk disalurkan kepada fakir miskin sesuai dengan yang tersurat didalam Al-Qur’an.
Acara Safari Ramadhan kali ini diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Ahmad Fauzan Muhson, putra Imam Masjid Sholahudin Kanwil DJP Jatim III dengan saritilawah oleh Sri Supraptiwi, Account Representatif KPP Pratama Malang Selatan. Dilanjutkan kata pengantar dari Kepala KPP Pratama Malang Selatan, Bayu Kaniskha. Dalam sambutannya Bayu menyampaikan tujuan dari zakat dan pajak antara lain adalah membangun kepedulian sosial dan empati terhadap sesama serta dapat mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Kewajiban zakat telah diatur dalam agama mengenai siapa yang wajib mengelurkan zakat, berapa jumlah zakat yang wajib dikeluarkan dan kepada siapa zakat tersebut diberikan. Sedangkan pemungutan pajak diatur oleh pemerintah melalui undang-undang. Adapun penggunaan dari pajak yang diperoleh digunakan untuk kepentingan pembangunan nasional yang ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Siraman rohani dari Dr. Arif Alamsyah yang melanjutkan kata pengantar Bayu Kaniskha menambah pengetahuan dan pengertian jamaah yang hadir di Masjid Al-Fallah Komplek MAN-3 Malang mengenai Pajak dan Zakat, apa persamaan dan perbedaaannya serta bagaimana menerapkan keduanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Arif juga mengajak semua pihak untuk selalu ingat bahwa didalam harta kita terdapat hak bagi kaum duafa. Dengan kata lain sebagian harta kita harus disisihkan untuk fakir miskin. Dan tidak lupa sebagai warga negara yang baik, kepatuhan akan kewajiban perpajakan tetap harus dijaga untuk menjaga kelangsungan bangsa ini.
Acara tersebut cukup meriah, karena selain dihadiri oleh para pegawai Direktorat Jenderal Pajak di lingkungan Malang Raya beserta takmir Masjid Al-Falah, sebagian besar santri dari MAN 3 Malang hadir pula. Acara tersebut juga disiarkan melalui radio lokal (MFM) dan televisi lokal (Batu TV) mengajak pendengar untuk berdialog interaktif langsung dengan narasumber.
Acara diakhiri dengan shalat maghrib berjamaah dan buka bersama. Begitu membahagiakan kebersamaan yang terlihat pada hari itu. Berbaur dengan masyarakat, memberikan arti yang cukup mendalam sehingga dapat membangun kepedulian sosial dan empati terhadap sesama. Itulah hakekat hidup berbangsa dan bernegara.











