Ratusan Pekerja Kreatif Ikuti Dialog Perpajakan Bersama Menkeu

Ratusan pekerja kreatif termasuk di antaranya penulis, insan perfilman, wartawan-wartawan senior seperti Goenawan Mohammad dan Butet Kertaradjasa turut menghadiri Dialog Perpajakan bersama Menteri Keuangan dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Gedung Mari’e Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak di Jakarta (Rabu, 14/9).

Sri Mulyani, senang bahwa isu pajak penulis Tere Liye—nama penanya Darwis, dengan Dee Lestari ikut menanggapi, bisa membuat publik justru sadar akan isu pajak dan menginspirasi dialog perpajakan ini.

Sri Mulyani mengatakan bahwa bisa saja interprestasi yang tidak sama antarpegawai pajak tapi Ditjen Pajak melakukan tugasnya sudah sesuai undang-undang. "Kita melakukan tugas pajak berdasarkan undang-undang," kata Menkeu kepada ratusan pekerja kreatif tanah air, termasuk di antaranya Dee Lestari dan Gleen Fredly.

Sri Mulyani mengakui bahwa setiap orang pasti merasa emosional jika jerih payahnya dipungut pajak. Namun Ani, demikian panggilan akrab Sri Mulyani, mengajak para insan kreatif untuk membayar pajak sesuai peraturan berlaku dan menghargai para petugas pajak yang menjalankan profesinya.

Para petugas pajak hanya melaksanakan undang-undang pajak dan jika tidak setuju dengan undang-undang pajak maka tak semudah itu menggantinya. “Tidak mudah mengubah undang-undang pajak,” kata Ani.

“Setiap wajib pajak berusaha cari pajak yang paling kecil,” lanjut Ani. Bahkan semakin kaya seseorang tak jarang semakin pintar ia untuk mencari celah-celah peraturan pajak agar bisa membayar pajak lebih kecil.

Sri Mulyani meminta masyarakat untuk adil dalam menanggapi isu-isu pajak. Jika ada petugas pajak yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, Ani mempersilakan masyarakat untuk melaporkan petugas pajak tersebut, namun jika petugas pajak telah menjalankan profesinya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka Ani meminta agar masyarakat dapat menghargai profesionalisme petugas pajak itu dan taat membayar pajak.

Sebelumnya dalam acara yang sama, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi meminta maaf jika belum bisa memuaskan semua wajib pajak. Ken berjanji terbuka terhadap masukan masyarakat karena itu adalah tanda cinta.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dalam sambutannya mengajak masyarakat Indonesia khususnya para insan kreatif yang hadir dalam dialog perpajakan itu untuk membangun ekonomi dengan inovasi dan kreativitas.

Bangsa yang unggul adalah bangsa yang mampu mendayagunakan sumber daya manusianya karena sumber daya lama akan pasti habis, jelas Munaf. Munaf juga mengajak para hadirin untuk sadar dan peduli pajak. “Pajak perlu dipahami bersama oleh dunia ekonomi kreatif,” pungkas Munaf. (*)