Ratusan Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Hadiri Kuliah Umum Perpajakan

Kakanwil DJP Kaltimtara Samon Jaya (dua dari kanan) dan rektor UB Tarakan (3 dari kanan) beserta jajarannya seusai menandatangani MoU Pembahaaruan Pengelolaan Tax Center UB Tarakan.

Duaratus lebih Mahasiswa Universitas Borneo (UB) Tarakan menghadiri acara kuliah umum perpajakan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) Samon Jaya, senin 11 september 2017 yang lalu di Kampus UB Tarakan yang sekaligus dirangkai dengan penandatanganan MoU Pembaharuan Pengelolaan Tax Center antara UB Tarakan dan Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Kaltimra.

Dalam kesempatan tersebut Samon Jaya memaparkan tentang betapa penting dan strategisnya peran pajak bagi kelangsungan pembangunan negara ini. Termasuk peran penting mahasiswa sebagai agent of excellence dalam menyadarkan masyarakat akan kewajiban perpajakannya. "Hampir 75 % APBN negeri ini ditopang oleh sektor pajak, sehingga penerimaan negara dari sektor pajak sangat mempengaruhi kelangsungan pembangunan nasional yang sedang kita jalankan saat ini" tukas Samon Jaya.

Animo yang tinggi dari para mahasiswa dan dosen UB Tarakan terlihat dalam acara tersebut. Hal ini tercermin dari banyaknya peserta  yang hadir serta pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa maupun dosen UBT yang mengikuti acara tersebut. Tak kalah rektor UB Tarakan. Prof.Dr. Adri Patton,MSi pun ikut menyampaikan uneg-unegnya terkait masalah perpajakan melalui pertanyaan yang dia ajukan.
Acara kuliah umum yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU ini sangat menggugah antusiasme para mahasiswa maupun para dosen UB Tarakan dalam mendalami masalah perpajakan. "MoU ini saya harapkan dapat ditindaklanjuti bukan hanya sebatas MoU saja, tetapi bagaimana DJP dapat melibatkan Universitas Borneo untuk terus menyosialisasikan kepada wajib pajak tentang kewajiban perpajakannya" tegas Adri.

Tax Center Universitas Borneo Tarakan dibentuk sejak tahun 2011 yang lalu dan diperbaharui kembali kerjasama pengelolaannya pada 11 september 2017 yang lalu. Tax Center ini dibentuk dengan tujuan untuk menyebarluaskan pemahaman dan penyadaran masyarakat Tarakan tentang perpajakan yang dimulai dari civitas akademika UB Tarakan dan nantinya diharapkan akan menyebar di kalangan karyawan UB Tarakan dan masyarakat pada umumnya. Adri Patton sangat menyambut baik pembaruan kerjasama pengelolaan tax center ini. "Saya memberikan apresiasi kepada DJP yang sangat komitmen untuk melaksanakan kegiatan seperti ini, terutama di Kaltara, banyak sumber daya alam yang dieksploitasi tetapi masih banyak kewajiban wajib pajak yang belum dilaksanakan", ungkap Adri.

Dalam kegiatan tersebut Samon Jaya yang didampingi oleh Kepala KPP Pratama Tarakan Fery Corly dan Kepala KPP Pratama Tanjung Redeb Immanuel Ambarita mengajak seluruh mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut untuk berperan serta aktif dalam menyebarluaskan pengetahuan atau pemahaman perpajakan ini sehingga beban pembangunan negara ini dapat ditanggung bersama oleh seluruh masyarakat secara adil dan berharap kerjasama dengan Universitas Borneo ini dapat memberikan kontribusi meningkatnya ketaatan masyarakat dalam membayar pajak. "Sehingga masyarakat juga peduli dan mengetahui apakah uang pajak yang dititipkan sudah sampai pada negara. Jika tidak dibayarkan maka sanksinya juga harus diketahui masyarakat" tegasnya.

Apabila ada masyarakat yang merasa kurang paham tentang hak-hak dan kewajiban perpajakannya diharapkan dapat mendatangi KPP Pratama ataupun Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat untuk berkonsultasi atau meminta penjelasan lebih lanjut. Sehingga, kedepannya peran masyarakat dalam bergotong royong untuk membiayai pembangunan nasional ini akan dirasa lebih adil.