Kamis, 26 Juli 2012 - 10:03

Menyambut bulan Ramadhan 1433 Hijriyah, paguyuban pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I pada hari Senin tanggal 23 Juli 2012 mengadakan buka puasa bersama. Acara dilaksanakan di aula lantai 7 Gedung Keuangan Negara (GKN) II. Sebanyak 41 anak yatim piatu dari panti asuhan Darunnajah Ketileng diundang untuk ikut buka puasa bersama. Ustadz Kastori, dosen senior dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang diundang untuk memberikan siraham rohani.

 

Dalam sambutannya Kakanwil DJP Jawa Tengah I, Sakli Anggoro menyampaikan momen Ramadhan hendaknya menjadikan pegawai lebih semangat dan fokus dalam melaksanakan tugas. Mengingat target penerimaan yang dibebankan untuk Kanwil DJP Jawa Tengah I tahun ini naik 120 persen dari tahun lalu yaitu dari Rp  9,258 Trilyun menjadi Rp  11,155 Trilyun. Berkah Ramadhan juga diharapkan bisa meningkatkan motivasi pegawai untuk memberikan yang terbaik bagi pencapaian penerimaan tahun 2012.

 

Dalam tausiyahnya Ustadz Kastori mengangkat tema salah satu nilai kementerian keuangan yaitu integritas. Beliau memberikan beberapa contoh kisah diantaranya perjuangan nabi Ibrahim Alaihisalam. Pada saat nabi Ibrahim berusaha mengubah keyakinan umatnya untuk tidak  menyembah berhala, dia merusak berhala-berhala tersebut. Yang untuk itu  dia dijatuhi hukuman dibakar diatas bara api. Apabila dia mau mengakui berhala sebagai tuhannya, maka hukuman itu akan dibatalkan. Tapi demi menjaga integritas dia tetap bersikukuh bahwa hanya Allah SWT tuhan yang pantas disembah. Karena integritasnya atas pertolongan Allah api yang membakarnya akhirnya menjadi dingin seperti air.

 

Selain itu Ustadz juga mencontohkan kisah  nabi Muhammad SAW yang juga dikenal karena integritasnya. Sehingga mendapat julukan Al Amin. Yang berawal dari kejadian pertikaian antar kabilah tentang siapa yang paling berhak meletakkan hajar aswad di kabah. Dengan kecerdasannya nabi Muhammad mengajak semua perwakilan kabilah untuk memegang ujung kain yang diatasnya diletakkan hajar aswad. Sehingga semua kabilah merasa puas dan merasa dihargai.

 

Satu lagi cerita menarik yang disampaikan Ustadz adalah tentang kisah seorang anggota lembaga tertentu yang mendatangi seorang kyai. Orang tersebut minta didoakan agar tetap istiqomah selama menjadi anggota lembaga tersebut. Kemudian kyai mengucapkan doa yang sama dengan doa saat masuk ke toilet. Arti doa tersebut diantaranya adalah agar dijauhkan dari godaan “setan perempuan dan setan laki-laki”. Orang  tadi heran dan bertanya, kenapa kyai mendoakan dengan doa seperti itu. Sang kyai menjawab bahwa apabila dianalogikan lembaga dan toilet itu sama. Dimana banyak “setan perempuan dan setan laki-laki” yang menggoda integritas orang tersebut.

 

Begitu juga dengan kantor pajak, pasti banyak “setan” yang berkeliaran yang berusaha menggoda integritas pegawai pajak. Diperlukan tekad yang kuat untuk bisa menghadapi godaannya. Pada bulan Ramadhan ini saat yang tepat  untuk kembali meluruskan niat untuk  menjaga integritas.  Walau target penerimaan setiap tahun  bertambah, dengan integritas dan  kuasa Allah SWT sangatlah kecil untuk bisa tercapai. Tidak ada hal yang tidak mungkin dimata Allah.

 

Selesai tausiyah dilanjutkan dengan pemberian santunan dan bingkisan kepada anak yatim piatu. Uang santunan berasal dari infaq dan sadaqah para pegawai yang dikumpulkan pada pagi harinya. Sambil menunggu adzan magrib, anak-anak yatim bersama pegawai membaca doa asmaul husna. Suasana terasa khusyuk dan syahdu. Awal yang indah memulai bulan suci Ramadhan dengan berbagi bersama anak yatim dan mendengarkan tausiyah untuk tetap menjaga integritas sebagai petugas pajak dalam upaya pencapaian target penerimaan pajak 2012.