Pertajam Penggalian Potensi, Kanwil Khusus Adakan IHT Kasus Perpajakan Internasional

Rabu, 20 September 2017 bertempat di Aula Lantai 5 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Purnawarman (BPPK) Purnawarman Jakarta Selatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus (Kanwil Khusus) melaksanakan In House Training (IHT) dan Asistensi Kasus Perpajakan International .  Peserta kegiatan IHT dan Asistensi adalah seluruh Pejabat Eselon III (Kepala Bidang dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP)), 1 (satu) orang perwakilan Kepala Seksi (Kasie) dari setiap Bidang, Kasie Pelayanan, seluruh Kasie Pengawasan dan Konsultasi, perwakilan Fungsional dan Account Representative (AR) di lingkungan Kanwil Khusus.

Kegiatan IHT dan Asistensi berlangsung selama satu hari penuh  dan dibuka oleh Kepala Kanwil Khusus Muhammad Haniv. Haniv menyampaikan tujuan kegiatan IHT dan Asistensi adalah untuk mempertajam bidikan ke arah yang benar dengan memanfaatkan sisa waktu selama 2 (dua) bulan untuk merealisasikan target penerimaan pajak tahun 2017 sebesar Rp 206, 7 trilliun (dua ratus enam koma tujuh triliun rupiah). Selain itu Haniv juga menyampaikan materi IHT yang langsung mengarah kepada kasus-kasus yang banyak dijumpai di lapangan dan meminta para Kepala Kantor untuk melakukan kerjasama dengan asosiasi-asosiasi.

Pemateri IHT dan Asistensi adalah Kepala KPP Penanaman Modal Asing (PMA) Dua Rafael Alun Trisambodo , Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pencegahan dan Penanganan Sengketa Perpajakan Internasional Achmad Amin, Kasie Perjanjian dan Kerja Sama Perpajakan Internasional I  Heny Purwanti, dan Kasie Pencegahan dan Penanganan Sengketa Perpajakan Internasional II Edi Sihar Tambunan.

Rafael Alun menyampaikan tidak semua transaksi pemasukan dan pengeluaran hasil produksi antara Pengusaha Kena Pajak (PKP) Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.04/2011 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 120/PMK.04/2013. Sedangkan untuk materi perpajakan internasional Achmad Amin berbagi penagalaman terkait beberapa model kasus perpajakan internasional yang pernah terjadi dan tekhnik penanganan atas kasus-kasus tersebut. Para peserta sangat antusias mengikuti IHT  dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan/sharing sehubungan dengan kasus-kasus yang sedang dihadapi.

Pelaksanaan IHT diharapkan dapat lebih meningkatkan kompetensi pegawai khususnya fungsional dan AR dalam penggalian potensi pajak.

Jisia 

060087294