Penyuluhan Sektoral Dongkrak PPh UKM Bintuni Hingga 132%

KP2KP Bintuni melaksanakan rapat pembinaan

KP2KP Bintuni berhasil mengumpulkan PPh PP 46 Wajib Pajak UKM hingga Rp.650 juta lebih selama tahun 2017 dalam rapat pembinaan internal KP2KP Bintuni di ruang rapat KP2KP Bintuni (Rabu, 6/12). Angka ini merupakan kenaikan sebesar 132% dari setoran tahun sebelumnya. Tahun lalu, KP2KP Bintuni hanya mengumpulkan PPh PP 46 sebesar Rp284 juta lebih.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor KP2KP Bintuni, Oky Cahya Kurniawan juga dihadiri oleh pelaksana KP2KP Bintuni. Kepala kantor menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari teknik penyuluhan sektoral yang dilakukan KP2KP Bintuni.

Penyuluhan sektoral diyakini mampu memberikan efek lebih masif dan serentak kepada wajib pajak. Penyuluhan ini juga lebih memberikan rasa adil kepada wajib pajak karena seluruh wajib pajak sektor tertentu diikutsertakan dalam kegiatan penyuluhan model ini. Baik perusahaan korporasi dan usaha perorangan, diajak berkontribusi tanpa terkecuali. “Penyuhan sektoral adalah bentuk respon kami menanggapi keluhan wajib pajak mengenai tidak meratanya pemungutan PPh PP 46,” ujar Oky. Penyuluhan sektoral dilaksanakan secara komprehensif meliputi kegiatan pra dan pasca penyuluhan berupa penyisiran, pemetaan, dan pengawasan perubahan perilaku wajib pajak.

Hingga akhir tahun 2017, KP2KP Bintuni akan terus melakukan penyuluhan sektoral dengan sasaran utama pada sektor pelaku usaha pasar, KMS, dan Profesi dokter. “Kami berharap setoran PPh PP 46 bisa menembus angka Rp1 milyar pada tahun 2017,” jelas Oky lagi dengan semangat.

Dalam rapat, Kepala Kantor juga mengapresiasi kerja dari tim penyuluh. Seluruh pelaksana di KP2KP Bintuni selain melakukan pekerjaan rutin juga merangkap sebagai penyuluh pajak. Dengan kondisi keterbatasan jumlah sumber daya manusia, seluruh pelaksana KP2KP Bintuni tetap bersemangat melakukan tugas penyuluhan kepada wajib pajak.