Rabu, 10 Juli 2013 - 17:02

Dengan diterbitkannya Per-21/PJ/2013 tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor Per-2/PJ/2011 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang salah satu poinnya mengatur mengenai kewajiban bagi PKP Badan untuk melaporkan SPT Masa PPN mulai masa pajak Juni 2013 melalui e-SPT Masa PPN, maka Kantor Penyuluhan, Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sragen dengan segera melaksanakan sosialisasi untuk pengenalan lebih dekat tata cara instalasi dan penggunaan aplikasi yang terbilang baru bagi Pengusaha Kena Pajak ini. Acara sosialisasi yang digelar pada tanggal 26 Juni 2013 di Aula KP2KP Sragen ini diikuti oleh 95 peserta yang dibagi dalam empat sesi pertemuan.

Pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB oleh Kepala KP2KP Sragen, Inayah yang dalam sambutannya memberikan pemahaman umum mengenai perlunya wajib pajak yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk melaporkan SPT Masa PPN lewat aplikasi ini. Selain untuk mempermudah dalam pengawasan dari pihak fiskus, aplikasi ini juga memudahkan wajib pajak untuk melakukan pelaporan dan administrasinya. Wajib pajak kini tinggal melaporkan SPT Masa PPN Induk disertai CD hasil proses e-SPT sehingga lampiran SPT Masa PPN yang dulunya bisa sangat banyak sekarang sudah tidak perlu dilaporkan lagi.

Kemudian memasuki materi cara instalasi e-SPT, Alfan Khumaini dan Muhammad Fakhrudin, pegawai dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar memberikan penjelasannya. Fakhrudin memulai dengan proses install aplikasi ke laptop/notebook yang dibawa oleh masing-masing wajib pajak. Kendala-kendala yang ditemui dalam proses instalasi ini antara lain setting regional laptop/notebook yang kemudian berhasil diatasi.

Dalam instalasi ini juga disertakan update terbaru e-SPT versi 1.5 sebagai pembaharuan versi 1.4 yang mengalami kendala saat input data pajak yang digunggung. Setelah selesai install, Alfan melanjutkan dengan penjelasan mengenai tata cara input data faktur pajak masukan dan pajak keluaran. Dalam keterangannya, yang terpenting adalah ketelitian dari wajib pajak dalam melakukan input data, Karena apabila data tidak tepat, sitem akan menolak proses input yang dilakukan.

Selain itu dijelaskan juga mengenai cara penyimpanan file .csv hasil proses e-SPT yang nantinya dilampirkan dalam CD yang akan dilaporkan ke KPP/KP2KP. Setelah itu sesi-sesi berikutnya dilanjutkan hingga pukul 04.00 WIB serta ditutup dengan pesan bahwa wajib pajak dapat segera mencoba aplikasi ini karena jangka waktu pelaporan SPT Masa PPN Juni 2013 adalah bulan Juli 2013, dan apabila ada kesulitan dapat menghubungi KPP/KP2KP terdekat. Hari Gini Susah Bayar Pajak? Apa Kata Dunia.